Sitaro-Masa Tanggap Darurat Bencana di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) resmi ditutup pada 18 Januari 2026. Meski demikian, Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Kalangit, menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen penuh memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terus terpenuhi selama memasuki masa pemulihan.
Bupati Sitaro menyampaikan, penutupan status tanggap darurat tidak berarti perhatian pemerintah terhadap warga terdampak berakhir.
Sebaliknya, pemerintah kini fokus pada pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk pemenuhan logistik dan solusi jangka menengah bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.
“Walaupun status tanggap darurat sudah ditutup, kami pastikan kebutuhan dasar pengungsi seperti makanan dan kebutuhan lainnya tetap berjalan selama masa pemulihan,” tegas Bupati.
- Bakal Digelar Besok! DPRD Sulut Agendakan Rapat Paripurna Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Atas LKPD Tahun 2025
- Pimpin Upacara Momentum Nasional dan Daerah, Plt Bupati Titip Pesan Optimistis Kepada Generasi Muda Sitaro
- Bupati FDW Hadiri Ibadah Minggu Bersama di Jemaat GMIM Betlehem Ranomea Amurang Timur
Selain pemenuhan logistik, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro juga tengah mencari lokasi relokasi bagi warga yang rumahnya hilang dan rusak berat akibat banjir bandang.
Proses relokasi ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah pusat.
Sebagai langkah sementara, Bupati juga mengambil kebijakan dengan memberikan bantuan uang sewa rumah bagi para korban yang rumahnya hilang dan rusak berat, sehingga mereka dapat tinggal di tempat yang lebih layak sambil menunggu proses pembangunan rumah permanen.
“Kami memahami kondisi masyarakat saat ini. Karena itu, untuk sementara pemerintah memberikan bantuan uang sewa rumah agar warga bisa tinggal dengan aman dan nyaman sambil menunggu relokasi dan pembangunan kembali rumah mereka,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat hingga seluruh proses pemulihan berjalan dengan baik dan warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. ***








