Minahasa,-Program Selamatkan Yaki bersama Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar sosialisasi tentang perlindungan satwa liar di Pasar Kawangkoan, Minahasa, pekan lalu. Kamis, (25/07/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, baik pedagang maupun pengunjung pasar, akan pentingnya menjaga satwa liar yang terancam punah.
Dalam acara tersebut, mahasiswa bersama tim Selamatkan Yaki membuka tenda informasi di sekitar pasar. Mereka menyampaikan informasi mengenai satwa liar yang dilindungi, sambil mengajak masyarakat untuk peduli dan bangga tidak berburu, menjual, atau mengonsumsi satwa liar. Tema yang diusung adalah “Bekeng Sulut Bangga,” yang berarti “Buat Sulut Bangga” dengan tidak berburu, menjual, atau memakan satwa liar yang dilindungi.
Sebanyak 10 mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya melakukan magang, tetapi juga belajar secara praktis tentang satwa liar serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan penjangkauan masyarakat yang difasilitasi oleh Program Selamatkan Yaki. Di pasar, mereka membagikan stiker, mengedukasi warga, menjawab pertanyaan, dan berdiskusi di tenda informasi.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Koordinator Edukasi Program Selamatkan Yaki Purnama Nainggolan, menyatakan bahwa upaya ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli dan bangga di hati masyarakat terhadap satwa khas Sulawesi yang terancam punah.
“Rasa bangga inilah yang dapat memicu gerakan nyata dan berkelanjutan untuk melindungi keberadaan satwa-satwa tersebut,” ujarnya. (*/T3)








