Ivonne R.J Kawatu
Sulut – Corona masih ada, Corona masih bebas kemana-mana, Corona masih senang memakan mangsanya di pelosok desa dan kota, apalagi bagi yang tidak hiraukan prokes dan yang menolak di vaksin.
Di Sulut khususnya baik Rapid, PCR, Vaksin juga Isoman sebelumnya merasa hal ini tidak wajib, sehingga ada yang sembunyi, lolos dan menjauh dari kewajiban, padahal selalu dingiangkan oleh Pemerintah terkait menangkal Corona.
Inilah yang membuat Corona tak sungkan-sungkan, masuk dan mencari di tempat – tempat persembunyian. Pada akhirnya Corona merajalela dan tak terbendung lagi, membuat saling menjangkit bahkan banyak terpapar,
Tim Nakes pun tak berdaya dan sukarelawan penguburan kalang kabut akibat banyak nya korban jiwa tak tertolong, yang berakhir pada kematian. Duka nestapa melingkupi kita, tetesan bahkan linangan air mata deras tak kuat menahannya.
- Dampingi Wapres Gibran di Perkemahan Pemuda GPdI, Gubernur Yulius Tuai Apresiasi Atas Capaian Prestasi Pembangunan Sulut
- Dualisme Nasdem Bitung, Wenas Pastikan Longkutoy Gantikan Supit Usai Bertemu Surya Paloh
- Bupati Michael Thungari Membuka Kegiatan Pencanangan Dan Penandatangan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Sangihe
Lewat pantauan saat ini, kesadaran diri masyarakat meningkat tanpa diundangpun mau memeriksakan diri di lokasi tempat Rapid, PCR, Vaksin dan Isoman, termasuk yang lagi tren mendonorkan Plasma konvalesen dari penyintas.
Sehingga Pemerintah pun menjadi lebih fokus dalam pencapaian target vaksinasi serta pemenuhan Vaksin bagi masyarakat dan ada beberapa organisasi yang sudah bergerak mensponsori vaksinasi termasuk DPD KNPI Sulut.
Tentu patut di apresiasi dan masih menunggu bagi yang tergerak melakukan hal yang sama. Berdamailah dengan corona, bergotong royong dalam mengindahkan Prokes 5 M.
Amat terlebih mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kiranya Corona cepat berlalu, pergi dan tak kembali lagi.
Penulis : Ivonne R.J Kawatu






