Minsel – Proyek jalan Pakuure-Boyong Pante yang terletak di Antara dua kecamatan yaitu kecamatan Tenga dan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan, diduga ada pengurangan permainan Volume.
Proyek yang menelan anggaran Rp. 6.659.558.700,- dengan Nomor Kontrak 02/KONTRAK-BM/.04/2022 tertanggal 15 Juli 2022 dengan dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), CV Tanako sebagai pelaksananya.
Masyarakat sekitar proyek, antara desa Boyong Atas dan Desa Tiniawangko mempertanyakan kualitas serta volume jalan yang terkesan asal-asalan dan tidak selesai 100 persen.
Salah satu sumber warga desa Boyong Pante saat ditemui wartawan media ini, mempertanyakan volume jalan tersebut, karena di duga jalan yang merupakan tanggung jawab kabupaten Minahasa Selatan ini tidak selesai 100 persen dan kelihatan asal jadi, karena baru di buat kini sudah rusak.
“Menurut pelaksana bahwa kalau mereka buat sampai menyambung dengan jalan dari arah Desa Tiniawangko ke arah titik 0, maka jalan akan mengecil tidak akan sesuai dengan lebar dari titik nol” ucap salah satu warga (red) kesehariannya berprofesi sebagai petani yang kebunnya berdekatan dengan proyek jalan tersebut.
Bukan hanya adanya dugaan pengurangan volume, tapi proyek tersebut terlihat asal-asalan, saat dipantau oleh wartawan media ini banyak yang sudah rusak (hancur) serta tidak ada jembatan hanya dibuat bois-bois yang berdiameter kecil.
Hal itu juga pernah dipertanyakan oleh salah satu anggota dewan Jacklyn Koloay melalui akun facebooknya terkait jalan tersebut.
Terkait hal tersebut saat konfirmasi media ini ke Kepala Dinas PUPR Kabupaten Minahasa Selatan Royke Durand tidak berada di tempat. (Onal Mamoto)









