Gorontalo-Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) APBD Induk Tahun Anggaran 2026, di Ruang Rapat Dulohupa DEPROV, Minggu (03/08/2025).
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Komisi IV, Ghalieb Lahidjun, secara tegas mengkritisi rancangan program dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang dinilai terlalu sempit dan monoton, karena hanya berfokus pada kegiatan Pramuka dan olahraga.
“Saya melihat usulan hibah dari Dispora hanya mengulang pola lama, hanya pramuka dan olahraga. Tidak ada program yang benar-benar menyasar pemberdayaan dan pengkaderan pemuda secara menyeluruh. Ini harus diubah,” tegas Ghalieb.
Ghalieb menyoroti bahwa pembangunan kepemudaan tidak bisa lagi dipandang sebatas kegiatan seremonial. Ia mendorong agar Dispora membuka ruang bagi organisasi kepemudaan, baik OKP maupun OKPI, untuk terlibat dalam program kaderisasi dan pengembangan kapasitas generasi muda.
- Bidik PAD Rp 8 Triliun, Gubernur Yulius Dorong Ekonomi Tumbuh 8 Persen
- Rakor Inflasi, Gubernur Yulius Instruksikan Stabilitas Harga Cabe dan Antisipasi Dampak El Nino
- Hari Pelanggan Nasional 2026: Tegaskan Komitmen Layanan Sepenuh Hati, PLN UID Suluttenggo Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Pelanggan
“Pemuda jangan terus-menerus dijadikan objek kegiatan. Mereka harus diberi peran strategis sebagai subjek pembangunan, dan itu hanya bisa dicapai jika mereka dikader, dibina, dan dilibatkan secara aktif melalui organisasi-organisasi yang telah terbukti konsisten di lapangan,” ujarnya.
Ia pun menegaskan bahwa DPRD, melalui Komisi IV, siap memperjuangkan agar program-program kepemudaan berbasis kaderisasi mendapat alokasi anggaran yang memadai dalam APBD 2026. (*MR)







