Manado-Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Ir. D. Tino Tandaju, M.Erg, menyoroti hasil pencapaian dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program KB dan kesehatan reproduksi, sejalan dengan agenda Program Prioritas Nasional (Pro PN) RPJM Tahun 2020-2024. Meskipun beberapa indikator kinerja utama telah tercapai, namun masih terdapat capaian yang belum optimal, seperti Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih di atas target akhir RPJMN 2024.
Hal itu di ungkapkan Kaper BKKBN Sulut Ir. D. Tino Tandaju, M.Erg, pada pembukaan pelaksanaan Analisis dan Evaluasi Program Pelayanan KB Wilayah Khusus di Kabupaten/Kota Tahun 2024, Selasa (05/03/2024).
Dikatakan Tandaju, untuk mengatasi hal ini, BKKBN Sulawesi Utara menetapkan arah kebijakan dan strategi yang berfokus pada meningkatkan akses dan kualitas penyelenggaraan KB dan kesehatan reproduksi di wilayah khusus, termasuk peningkatan kesertaan KB, pemenuhan hak reproduksi, dan mendekatkan akses pelayanan KB, terutama di wilayah khusus seperti daerah terpencil, perbatasan, kepulauan, dan miskin perkotaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan upaya-upaya tersebut.
Adapun poin-poin penting yang dibahas meliputi peningkatan cakupan kesertaan KB, optimalisasi penggunaan dana BOKB, dan peningkatan peran mitra kerja Provinsi/Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi di wilayah khusus.
Dengan demikian, pertemuan ini tidak hanya menjadi forum untuk berdiskusi, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam menghadapi tantangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Kegiatan ini memberikan hasil yang positif dan berkelanjutan bagi kemajuan wilayah Sulawesi Utara. (*)















