Manado – Banjir merupakan pekerjaan rumah yang menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Manado. Selain akibat pendangkalan dan penyempitan sungai, buruknya sistem drainase juga menjadi faktor pemicu terjadinya banjir di kota ini.
Oleh Karena itu untuk membenahi hal tersebut, Walikota Manado Andrei Angouw melakukan pembahasan teknis tentang Drainase bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),bertempat diruang rapat Walikota, Senin (02/08/2021).
Dalam rapat tersebut, Walikota Andrei menjelaskan, semua Drainase dan bahkan saluran air dari mana dan sampai sejauh mana harus di identifikasi.
“Silahkan identifikasi supaya apa yang sudah kita lakukan di lapangan nantinya bisa di opname untuk mencari penyebabnya,” kata Walikota Andrei.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
Dikatakan Walikota Andrei, Analisi perlu di lakukan untuk mencari solusi, agar ke depannya persoalan banjir di Kota Manado tidak terjadi.
“Air meluap kejalan disebabkan drainase tersumbat oleh sampah. Revitalisasi anak sungai juga menjadi hal penting untuk antisipasi ancaman banjir.” Ujar Walikota pilihan rakyat Kota Manado ini.
Diketahui, kondisi muara/oulet drainase yang ada di seluruh Kota Manado ikut dibahas lewat Google Map. (JM)






