Minsel – Merebaknya isu terkait pengadaan sertifikat tanah di sejumlah tempat di wilayah Minahasa Selatan, membuat Kepala Kantor (Kakan) BPN Minsel Deanny Keintjem langsung angkat bicara.
Di ruang kerjanya saat sejumlah wartawan mengkonfirmasi akan hal tersebut, Selasa (7/02/23) menyampaikan bahwa tidak mungkin kami melakukan kegiatan di luar mekanisme yang ada baik dari permohonan oleh pihak pemohon sampai mengeluarkan sertifikat hak milik itu bukan hal yang gampang.
“Di BPN Minsel bukan hanya satu bidang tanah dan satu pemohon yang kami tangani, saat ini ada ribuan bidang tanah yang sementara kami upayakan untuk mendapat sertifikat hak milik”Jelasnya.
Di katakannya, menyikapi isu-isu murahan yang beredar, kami lebih ketat dalam menerima berkas permohonan pembuatan sertifikat tanah.
- Banggar Dan TAPD Sulut Rampungkan Pembahasan Perubahan KUA-PPAS 2026 : Penandatanganan Nota Kesepakatan Siap Diparipurnakan
- BI Sulut Raih Dua Penghargaan dari Pemkot Tomohon, Kontribusi di TIFF 2026 Diapresiasi
- Wali Kota Caroll Kenang 40 Tahun Pengabdian Theodorus Kalumata, Teladan bagi Generasi Penerus
“Kalaupun itu ada satu atau dua berkas yang kurang tentunya kami tidak akan menerbitkan sertifikatnya, ini masalah tanah yang tentunya sangat sensitif apalagi kalau mengatakan kami menyerobot. silakan melaporkan ke pihak berwajib kalau ada bukti,”tegas Keintjem.
Keintjem juga menambahkan bahwa apabila ada pemohon yang sudah lengkap pemberkasannya silakan datang langsung ke kantor BPN Minsel tidak menunggu lagi penyerahan secara kolektif.”Silakan saja kalau sudah diperlukan.” Terangnya. (Onal Mamoto)





