oleh

Jan Piter Jabat Ketua KKT Periode 2023-2028, Bupati Delis : Morut Adalah Rumah Kita Bersama

Morut-Tokoh masyarakat Toraja dari Kecamatan Mori Atas, Ir Jan Pieter, terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) Kabupaten Morowali Utara (Morut) periode 2023 – 2028.

Jan Pieter terpilih dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) 1 Masyarakat Toraja Morut yang digelar di Gedung Serbaguna Beteleme Kecamatan Lembo, Kabupaten Morut, Sabtu (07/10/2023).

Musda tersebut, dibuka Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua TP PKK Morut, Febriyanthi Hongkiriwang Ssi Apt, Wakil Ketua II DPRD Morut Muhammad Safri, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Morut, Hj Megawati Ambo Asa SIP MH, serta tamu undangan lainnya.

Selain Jan Pieter, terpilih pula sebagai Sekretaris, Pither Palele dan bendahara Lolyta S. Kepengurusan tersebut juga dilengkapi oleh beberapa bidang lainnya.

Pada tahap awal pemilihan, muncul empat nama calon ketua masing-masing Benhart Tandi Tialen, Jan Pieter, Pither Palele dan dr Simon Sinaeng. Dalam pemilihan ternyata Jan Pieter mengungguli kandidat lainnya.

Dengan hasil pemilihan ini Jan Pieter terpilih menggantikan Ketua sebelumnya, dr Yafet yang sudah berakhir masa jabatannya 2022 sebelumnya.

Bupati Delis, dalam sambutannya, menyampaikan, terima kasih kepada masyarakat Toraja yang turut berkontribusi dalam pencapaian kemajuan di berbagai bidang di daerah ini.

Ia mengatakan, ditahun ini Morut mendapatkan banyak penghargaan atas prestasi dan pencapaian yang diraih.

Kata dia, penghargaan tersebut merupakan bukti nyata adanya sinergitas dan kontribusi besar dari berbagai pihak, termasuk komunitas warga Toraja yang ada di bumi tepo asa aroa tercinta ini.

“Berbagai penghargaan ini, bukan prestasi Bupati semata, tapi prestasi dan doa seluruh masyarakat Morut, termasuk warga Toraja yang berada di Morut,” katanya.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Delis, berharap agar semua masyarakat tetap menjaga kerukunan dan ketenteraman, sehingga Morut bisa tetap kondusif dan terkendali.

“Mari kita jadikan Morut sebagai rumah bersama semua suku, semua agama dan semua latar belakang yang berbeda- beda,” harap orang nomor satu diMorut itu. (Rls/NAL)