Jakarta – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya akan diungkap ke publik dalam waktu dua bulan ke depan.
Menurut Burhanuddin, Kejagung telah melakukan penggeledahan terhadap 13 lokasi dan 98 saksi telah diperiksa terkait kasus tersebut, namun belum ada satu pun tersangka.
“Kami sudah punya ancar-ancar siapa pelakunya. Tetapi kami ingin betul-betul fixed (pasti), berapa kerugian negaranya,” ujar Burhanuddin di Gedung BPK, Jakarta Pusat,Rabu (8/1/2020). seperti dikutip beritasatu.com.
Menurut Burhanuddin, Kejagung juga bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.
- Asisten Pemerintahan dan Kesra Pimpin Apel Pengamanan, Pastikan Puncak TIFF 2026 Berjalan Aman dan Sukses
- Kontes Otomotif Meriahkan Rangkaian TIFF 2026, Libatkan 61 Peserta dari Sejumlah Daerah di Sulut
- Gubernur Yulius Canangkan Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-62 Provinsi Sulut, Tegaskan Semangat “Sulut Melaju”
“Teman-teman dari BPK sangat membantu kami dalam rangka pengungkapan. Karena apa? Kami ingin siapa yang paling bertanggung jawab di sini. Insya Allah dalam waktu 2 bulan, kami sudah segera ungkap siapa pelakunya,” ucap Burhanudin.
Tak hanya saksi, kata Burhanuddin, Kejagung juga akan memeriksa transaksi-transaksi yang dilakukan sebagai upaya memperdalam pemeriksaan.
“Teman-teman selalu menanyakan kenapa penentuan tersangka lama sekali? Tolong beri kesempatan kami di sini, karena apa? Transaksi yang terjadi lebih dari 5000 transaksi, itu memerlukan waktu. Saya tidak ingin gegabah,” imbuh Burhanuddin. (*/Red)








