Minsel– Insiden yang menimpa mobil truck bermuatan semen di proyek jembatan Tumpaan yang terletak di desa Tumpaan dua kecamatan Tumpaan pada Rabu (15/02/23) sempat menjadi perhatian warga.
Diduga mobil berkapasitas besar dengan muatan kurang lebih 30 ton terperosok di jembatan lama, yang bersebelahan dengan proyek jembatan yang saat ini sementara dikerjakan.
Hal tersebut diduga karena tidak adanya jembatan darurat yang dibuat oleh kontraktor sehingga tetap menggunakan jembatan yang lama kendati kelebaran jembatan lama tersebut tidak lagi memadai untuk dipergunakan pada dua arah arus lalu lintas.
Kejadian terperosoknya mobil truck dengan muatan berat terkesan dibiarkan oleh pihak kontraktor, tidak ada rasa tanggung jawab pada kejadian tersebut.
- Bupati FDW Apresiasi Jajaran Polres Minsel Dalam Lakukan Pembinaan Melalui Program Polisi Cilik dan Patroli Keamanan Sekolah
- RSUD Kolonodale Jalani Kredensial BPJS, Layanan CT Scan Segera Hadir di Morut
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
Pihak pelaksanapun saat dikonfirmasi tidak berada di tempat baik di lokasi maupun di kantor sementara yang terletak di belakang Dinas PMD Minsel.
Warga pun sangat menyayangkan hal tersebut seperti yang disampaikan salah satu sopir Gorontalo Manado, bahwa seharusnya pihak kontraktor bertanggung jawab apabila ada kejadian seperti ini ucap bapak Hasan kepada wartawan media ini di lokasi kejadian.
Hal tersebut diiakan oleh Bapak Rinto warga Tumpaan, bahwa ia juga menyesalkan ketidak adanya perhatian dari kontraktor. “Inikan sudah membuat macet jelas kami sebagai pengguna jalan sangat terganggu”.
Dalam insiden tersebut terlihat pemerintah baik dari bapak camat Terry Lolowang, Hukum Tua Desa Tumpaan Dua Elke Poluakan didampingi perangkat desa , Pihak Lantas Polres Minsel, Pihak TNI dari Koramil Tumpaan turut dalam mengevaluasi mobil besar tersebut. (Onal Mamoto)







