Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda
SULUT – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada), lembaga penyelenggara pemilu di bumi Nyiur Melambai, Ketua Bawaslu Sulut meminta masyarakat pemilih menjaga integritas. Itu dengan melakukan penolakan secara tegas terhadap politik uang.
Money politic menjadi keseriusan Bawaslu Sulut. Apalagi di hari mendekat pemungutan suara. Aksi membeli dukungan masyarakat dengan duit ini kans semakin masif. Demikian Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda. Dia memastikan pihaknya serius dengan persoalan politk uang tersebut.
“Terkait dengan intensitas terhadap politik uang yang saat ini kita bersama-sama harus dengan tegas menolak dan berperan aktif berani menjadi pelapor apabila hal demikian terjadi,” tandas Malonda, belum lama ini di Manado.
Ia mengungkapkan, Bawaslu Sulut terus melaksanakan sosialisasi dan berkoordinasi dengan peserta pilkada. Ini untuk sama-sama mewujudkan pilkada tahun 2020 yang berintegritas.
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Pembangunan di Kalimantan Timur
- Dampingi Jusuf Kalla Lantik Pengurus PMI Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Tekankan Gerak Cepat Kemanusiaan
“Semoga setiap kita mau bersama-sama, antara penyelenggara pemilu dan peserta pemilu dapat menerapkan pilkada yang berintegritas dengan baik,” jelasnya.
Disampaikannya pula, Bawaslu membutuhkan dukungan dari partisipasi public. Bukan hanya sekedar berpedoman pada regulasi secara tertulis. “Melainkan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan memilih pemimpin yang berkualitas,” kunci Malonda.(***)






