Hengky Kawalo SE
Manado – Terkait belum berfungsinya incinerator atau alat pembakar sampah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang ditempatkan di lima titik lokasi di Kota Manado, legislator Tikala angkat bicara.
Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado Hengky Kawalo SE, Selasa (21/01), menilai tidak berfungsinya incinerator disebabkan perencanaan yang tidak matang.
Pasalnya, menurut politisi PDIP itu, saat pengadaan incinerator oleh pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, tidak diikuti dengan ketersediaan listrik sehingga alat tersebut tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya.
“Pengadaan incinerator oleh pemerintah sangat baik untuk mengurangi sampah, tetapi pengadaan alat ini tidak ada perencanaan yang matang dan terkesan dipaksakan, makanya incineratornya tidak berfungsi karena tidak ada listrik,”tegas Kawalo.
- Perkuat Sinergitas, Ketua PWI Sulut Terima Audiensi Kantor Imigrasi Manado, Perkuat Sinergi Penyebarluasan Informasi Keimigrasian
- Di Tengah Kesibukan Syuting, Raynold Surbakti Pilih Hadir Untuk TOF 2026, Prestise TIFF Kian Mendunia
- Menjelajah Tomohon di Balik Kemudi, Rally Wisata TIFF 2026 Padukan Petualangan, Pariwisata, dan Penghijauan
Disamping itu, anggota DPRD Manado tiga periode itu menyayangkan penempatan incinerator ditengah pemukiman penduduk.
“Tidak boleh ada incinerator di pemukiman. Seperti contoh incinerator di Kecamatan Wanea tidak boleh ditempatkan di pemukiman warga. Sebaiknya, pemerintah sebelum mengadakan alat ini harus ada perencanaan yang matang dulu, siapkan listrik dan tempat,”pungkas Kawalo.
Seperti diketahui, pengadaan incinerator dilakukan Pemkot Manado untuk mengatasi masalah sampah pasca menggunungnya sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo. (*/AH)








