Hengky Kawalo SE
Manado – Terkait belum berfungsinya incinerator atau alat pembakar sampah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang ditempatkan di lima titik lokasi di Kota Manado, legislator Tikala angkat bicara.
Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado Hengky Kawalo SE, Selasa (21/01), menilai tidak berfungsinya incinerator disebabkan perencanaan yang tidak matang.
Pasalnya, menurut politisi PDIP itu, saat pengadaan incinerator oleh pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, tidak diikuti dengan ketersediaan listrik sehingga alat tersebut tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya.
“Pengadaan incinerator oleh pemerintah sangat baik untuk mengurangi sampah, tetapi pengadaan alat ini tidak ada perencanaan yang matang dan terkesan dipaksakan, makanya incineratornya tidak berfungsi karena tidak ada listrik,”tegas Kawalo.
- Bupati Michael Thungari Resmikan Ruas Jalan Lesabe -Bukide Kecamatan Tabukan Selatan
- Terima Delegasi Uni Eropa di Wisma Negara Bumi Beringin, Gubernur Yulius Paparkan Ekonomi Biru Sulut
- LPM Kota Tomohon Matangkan Pelantikan Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan, Arnold Poli: Kepengurusan Kami Sah dan Legal
Disamping itu, anggota DPRD Manado tiga periode itu menyayangkan penempatan incinerator ditengah pemukiman penduduk.
“Tidak boleh ada incinerator di pemukiman. Seperti contoh incinerator di Kecamatan Wanea tidak boleh ditempatkan di pemukiman warga. Sebaiknya, pemerintah sebelum mengadakan alat ini harus ada perencanaan yang matang dulu, siapkan listrik dan tempat,”pungkas Kawalo.
Seperti diketahui, pengadaan incinerator dilakukan Pemkot Manado untuk mengatasi masalah sampah pasca menggunungnya sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo. (*/AH)








