Manado-Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (purn) Yulius Selvanus,SE, secara resmi melepas Kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Sulawesi Utara yang akan mengikuti ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VII tahun 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Acara pelepasan berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sulut dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pengurus KORMI Sulut, serta para peserta kontingen.Rabu (23/07/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan rasa bangganya kepada para pegiat olahraga rekreasi yang akan mewakili Sulawesi Utara di kancah nasional. Ia mengapresiasi semangat gotong royong, sportivitas, dan kebersamaan yang menjadi ciri khas olahraga masyarakat.
“KORMI bukan hanya tentang kompetisi, tapi juga tentang menjaga kesehatan, mempererat kebersamaan, dan mengangkat kearifan lokal melalui olahraga tradisional dan rekreasi. Saya harap kontingen Sulut bisa menjadi duta yang membanggakan, menjunjung tinggi sportivitas, dan membawa pulang prestasi,” ujar Gubernur Yulius.
- GMIM Moria Kolongan Rayakan HUT ke-174 dengan Ibadah Syukur, Kejuaraan Moriko Cup 2026 Sukses Digelar
- Diresmikan Presiden Prabowo, Pemkab Minsel Dukung Pengoperasional 1.061 Unit KDKMP
- Bupati Michael Thungari Beri Dukungan dan Apresiasi Serta Motivasi Bagi Ke Empat Siswa Peserta Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Utara
Kontingen Sulawesi Utara akan mengikuti berbagai jenis olahraga rekreasi dalam FORNAS VII, termasuk permainan tradisional, olahraga kebugaran, dan olahraga petualangan. Total peserta dari Sulut mencapai ratusan pegiat dari berbagai kabupaten/kota, yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan oleh KORMI Provinsi.
Ketua KORMI Sulawesi Utara, dalam laporannya, menyampaikan bahwa keikutsertaan Sulut dalam FORNAS VII tidak hanya bertujuan mengejar prestasi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan semangat kebersamaan masyarakat Sulut kepada daerah lain.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan bendera kontingen oleh Gubernur Yulius kepada ketua kontingen sebagai simbol semangat dan restu dari Pemerintah Provinsi. (*J.Mo)








