Sulut-Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) mengikuti kegiatan Internasional Confrence on Infrastructure Tahun 2025.
Kegiatan ini di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada Rabu (11/6/2025). Terpantau, Gubernur YSK mendapat tempat duduk istimewa.
Posisinya berada di bagian paling depan bersama para undangan penting lainnya.
Kata Gubernur, kegiatan ini merupakan semangat baru untuk kemajuan pembangunan Sulut ke depan.
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN UP3 Palu Hijaukan Pesisir Teluk Palu Melalui Penanaman 1.000 Bibit Mangrove
- Dari Gerobak Harapan ke Usaha yang Lebih Mapan : Kisah Muhammad Syarifuddin Menyalakan Asa Bersama TJSL PLN
- Terpilih Secara Resmi Pimpin Partai Hanura Sulut, Ade Saerang : Partai Hanura Bukan Partai Kecil, Partai Hanura Akan Bangkit Di Sulawesi Utara!
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi bagi saya dan warga Sulut bisa diundang pada kegiatan ini. Tentunya apa yang didapat hari ini akan menjadi pedoman untuk pembangunan daerah Nyiur Melambai kita kedepan,” jelasnya.
Adapun Kegiatan yang berlangsung 11-12 Juni 2025 tersebut untuk wadah bagi para pemangku kepentingan baik dari sektor pemerintah maupun swasta dalam membahas isu-isu terkait pembangunan dan infrastruktur sekaligus menjadi pendorong peluang bisnis dan investasi.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur harus menjadi fondasi bagi masa depan yang berkelanjutan, inklusif, dan sejahtera, seraya menyerukan tindakan transformatif melalui kolaborasi global
“Kita harus membangun infrastruktur yang bukan hanya kuat, tapi juga adil dan inklusif.
Setiap jalan, pelabuhan, dan jaringan energi harus menjawab kebutuhan rakyat dan memperkuat daya saing nasional,” tegasnya.
Dalam forum yang dihadiri perwakilan dari lebih 33 negara di enam benua ini, pemerintah menyoroti lima prioritas strategis pembangunan infrastruktur.
1) Ketahanan Pangan dan Air: Pengembangan lahan seluas 2,5 juta hektare, logistik agro, dan infrastruktur irigasi untuk menjawab kebutuhan populasi yang terus bertambah.
2) Energi Bersih dan Transisi Energi: Investasi dalam pembangkit berbasis energi terbarukan, elektrifikasi pedesaan, dan perluasan kapasitas energi melalui National Electricity Planning 2025–2034
3) Konektivitas Fisik dan Digital: Pembangunan koridor transportasi terintegrasi serta infrastruktur digital seperti pusat data berbasis AI.
4) Kota Layak Huni dan Tangguh Iklim: Inisiatif TOD, peningkatan kualitas udara, dan proteksi wilayah pesisir dari ancaman perubahan iklim.
5) Reformasi Pembiayaan Infrastruktur: Skema PPP, green bonds, dan platform pembiayaan campuran sebagai katalis proyek strategis berkelanjutan (*)






