Bitung- Dalam rangka menggerakkan ekonomi hijau, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) melakukan pelatihan kerajinan berbahan dasar tas kresek jadi produk bernilai jutaan rupiah, Selasa (9/6/2026) di kantor Dekranasda Kota Bitung.
Pada kesempatan tersebut, ketua Dekranasda Kota Bitung, Ny Ellen Honandar Sondakh membakar semangat puluhan perempuan dari delapan kecamatan yang mengikuti pelatihan tersebut.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung gerakan pengurangan sampah plastik sekaligus membuka peluang usaha kreatif bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan keterampilan biasa, melainkan bagian dari gerakan besar untuk membangun kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
“Hari ini adalah momen yang luar biasa bagi Kota Bitung. Kita sedang bergerak serentak membuktikan bahwa warga Bitung, terutama kaum perempuan, adalah motor penggerak lingkungan dan ekonomi yang cerdas. Tas kresek yang biasanya hanya menjadi sampah, hari ini kita sulap menjadi produk fashion, tas, hingga berbagai kerajinan bernilai estetika dan bernilai jual tinggi,” kata Ellen.
Menurutnya, program Dekranasda tersebut berjalan seiring dengan program Tim Penggerak PKK Kota Bitung Tahun 2026 yang saat ini tengah menggencarkan pelatihan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga di 69 kelurahan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung.
Ia menjelaskan, kolaborasi dua program tersebut menjadi model pengelolaan sampah terpadu yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui PKK dan DLH, sampah organik rumah tangga kita olah menjadi kompos yang menyuburkan tanah. Sementara melalui Dekranasda, sampah plastik anorganik seperti tas kresek kita ubah menjadi produk yang mendatangkan keuntungan. Jika kedua gerakan ini berhasil di seluruh kelurahan, maka Kota Bitung akan menjadi semakin bersih dan ekonomi keluarga akan semakin mandiri,” katanya.
Ellen juga mengingatkan bahwa modal utama dalam usaha kreatif ini sebenarnya tersedia melimpah dan gratis, yakni sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai.
“Yang mahal bukan bahan bakunya, tetapi ide, kreativitas, dan ketekunan. Karena itu saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius, menyerap ilmu dari instruktur, dan berani berinovasi. Pemerintah Kota Bitung melalui Dekranasda akan terus mendukung agar produk-produk lokal mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Pelatihan tersebut disambut antusias oleh para peserta yang melihat peluang besar dari pemanfaatan limbah plastik menjadi berbagai produk kreatif dan bernilai ekonomi.
Melalui kegiatan ini, Dekranasda Kota Bitung tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menanamkan pola pikir baru bahwa sampah bukan lagi masalah, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi karya bernilai tinggi. Sebuah langkah kecil yang diyakini mampu membawa dampak besar bagi lingkungan, pemberdayaan perempuan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Bitung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut wakil ketua Dekranasda Ny. Jacinta Maribell Maringka Gumolung, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Franky Roynar Ladi, S.STP., M.AP. yang mewakili Wali Kota Bitung, ketua harian Dekranasda Drs. Rudi Robert Wongkar, pengurus Dekranasda, Ketua Pokja II TP PKK Kota Bitung Dra. Ny. Stela Wowiling-Mangkey, M.Si., pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Bitung Ny. Gabriela Salindeho-Bawansel, serta para peserta dari delapan kecamatan se-Kota Bitung. (hzq)







