Empat Kajari Paparkan Pencapaian Hasil WBK Dan WBBM Dihadapan Kajati Sulut

Sulut – Empat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) yakni Kajari Minahasa Selatan (Minsel), Kajari Manado, Kajari Kepulauan Talaud dan Kajari Minahasa Utara (Minut), melaksanakan presentase tentang progres Pembangunan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di hadapan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut) Andi Muh Iqbal Arief, SH.MH selaku Pimpinan Satuan Kerja (Satker) bersama jajaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Sam Ratulangi Kejati Sulut, Selasa (16/6) sekitar 13.00 Wita.

Empat Kejaksaan Negeri tersebut merupakan Kejaksaan Negeri yang disiapkan dan diusulkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut untuk mengikuti penilaian Satuan Kerja Pembangunan Zona Integritas menunjuk WBK/WBBM oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan selaku Tim Penilai Internal (TPI) pada tanggal 24 Juni 2020 sebelum diajukan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Pemaparan oleh empat Kajari secara berturut-turut dilakukan oleh Kajari Minsel I Wayan Eka Miatra, SH.MH, Kajari Manado Maryono, SH.MH, Kajari Kepulauan Talaud Agustiawan Umar, SH.MH dan Kajari Minut Fanny Widyastuti, SH.MH. Dimana, masing-masing pemaparan tersebut dilakukan selama selama 30 menit. Yang mana dibagi menjadi 10 menit pertama pemaparan, 10 menit kedua pemutaran Video Pencapaian Pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM dan 10 menit ketiga evaluasi.

Pemaparan empat Kajari tersebut pada pokoknya para Kajari dan jajarannya telah berupaya mewujudkan WBK dan WBBM di Lingkungan Kejarinya masing-masing yang berorientasi kepada enam area perubahan, yaitu Manajemen perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan System, Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja dan peningkatan kualitas Pelayanan Publik dengan tujuan bagaimana dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya Aparatur Sipil Negara (ASN) di kejaksaan Negeri yang bersangkutan dapat meningkatkan pelayanan publik dan kepuasan publik.

Dari hasil pemaparan tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi Muh Iqbal Arief, SH.MH dan peserta yang hadir menilai pencapaian Pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM di empat Kejari tersebut secara umum sudah baik dan memberikan saran/masukan tentang hal-hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan terutama dalam pembuatan Standar Operasional Prosedure (SOP) pelayanan dan lain-lain.

“Saya berharap keempat Kejari yang diusulkan dapat berhasil masuk menjadi WBK/WBBM, bukan hanya dari kita di Kejati Sulut, tapi keinginan dari Satker yang bersangkutan dan didukung jajarannya sehingga ada kebersamaan dan kekompakan yang sangat diperlukan. Mudah-mudahan pemaparan tanggal 24 Juni 2020 dihadapan Tim Penilai Internal (TPI) dapat semaksimal mungkin dari apa yang sudah kita persiapkan ini. Selain itu tujuan dari pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM agar instansi Kejari yang bersangkutan menjadi instansi yang benar bebas dari korupsi dan membuat kinerja dalam penegakan hukum menjadi lebih baik,” tutup Andi Muh Iqbal Arief. (Dwi)

Related posts