Minahasa – Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dan Pemprov Sulut membersihkan danau Tondano dari gulma (eceng gondok) mendapat apresiasi dari komisi lll DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
“Sebagai fungsi pengawasan, tentunya kami wajib melihat sejauh mana perkembangan pekerjaan pengangkatan eceng gondok dari danau Tondano, yang sementara dilakukan Pemprov Sulut maupun Pemkab Minahasa,” kata Ketua Komisi lll DPRD Provinsi Sulut, Berty Kapojos didampingi koordinator Komisi lll James Arthur Kojongian, Hengky Honandar, Yongki Limen, Amir Liputo, Ayub Ali, Raski Mokodompit danNeti Pantow, saat melakukan kunjungan kerja di lokasi pengangkatan eceng gondok di Desa Kaweng, Kecamatan Kakas Selasa (9/6/2020) sore.
Dikatakan, tentunya DPRD Sulut sebagai mitra wajib memantau semua anggaran yang sudah ditetapkan dan dialokasikan untuk revitalisasi danau Tondano.
“Termasuk pengadaan alat pengangkat eceng gondok atau ponton,”Ujar Kapojos.
- Joune Ganda : LTF Harus Tinggalkan Dampak, Bukan Sekadar Ramai Saat Festival
- Festival Koor Manado 2026 Resmi Diluncurkan, Wawali Richard Sualang: Optimalkan Potensi Manado Sebagai Kota Kreatif
- Buka Akses dan Tumbuhkan Ekonomi Desa Ambara: PLN UP3 Gorontalo Salurkan Bantuan Pembangunan Jalan Usaha Tani
Kapojos menilai proses pekerjaan pengangkatan eceng gondok dari danau Tondano mengalami kemajuan pesat walaupun di tengah pandemi covid-19.
“Tentunya tak lepas dari peran warga Minahasa khususnya di seputaran danau Tondano yang terus mendukung program pemerintah,” Ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Sulut, Ir Adolf Harry Tamengkel juga menyampaikan, hingga saat ini proses pengangkatan eceng gondok sudah mencapai sepertiga dari luas danau Tondano. “Dari 300 hektar, diperkirakan kita sudah bersihkan sekitar 100 hektar dari luas penyebaran eceng gondok,” Jelasnya..
Tumengkel juga mengatakan, proses pengangkatan eceng gondok dari danau Tondano tak lepas dari peran masyarakat sekitar.”Warga sekitar sangat mendukung bahkan sangat koperatif. Misalnya alat yang akan masuk ke danau selalu diberi jalan oleh warga, sehingga proses pengangkatan eceng gondok tidak ada kendala,” ujar Tamengkel.
Sebelumnya Bupati Minahasa, Dr. Ir. Royke O. Roring, M.Si melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Minahasa Ir. Vicky Kaloh mengatakan, walaupun ditengah pandemi Covid-19, namun bukan berarti pelestarian danau Tondano terabaikan.
“Selain memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemkab juga tetap melakukan aktifitas pembersihan dan pengangkatan eceng gondok dari danau Tondano.
Pembersihan dan pengangkatan Eceng Gondok tidak bisa dihentikan walaupun ditengah pandemi Covid-19. “Program pelestarian danau Tondano dengan pengangkatan eceng gondok wajib tetap dilakukan, karena program itu sudah berjalan sebelum ada wabah Corona,” Jelasnya.
Kaloh menambahkan pengangkatan eceng gondok dari danau Tondano, Pemkab Minahasa bersinergi dengan Pemprov Sulut. “Sejauh ini Pemkab dan Pemprov berjalan bersama – sama untuk mengatasi gulma eceng tersebut Termasuk melibatkan TNI-Polri dan masyarakat,” Jelasnya. (Ronny)






