Bonbol-Masalah stunting harus menjadi perhatian bersama, karena berdampak bagi generasi bangsa ke depan. Selain itu, dampak stunting akan berpengaruh terhadap cara berpikir dan menghambat kinerja pembangunan, terutama yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan ketimpangan kondisi sosial masyarakat.
Hal itu di katakan Anggota DPRD Bone Bolango Karman Ruchban, pada media ini Sabtu (06/04/2024).
Karman menekankan bahwa stunting harus ditangani secara menyeluruh, dengan harapan dapat terus menurunkan angka kejadian stunting. Stunting dapat menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan standar normal, sehingga penanganan yang komprehensif sangat diperlukan.
“Ini merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor semua pihak yang terlibat,baik secara langsung maupun tidak langsung, perlu bersinergi untuk terus menekan angka stunting,” ungkapnya.
- Bupati Bersama Wakil Bupati Dan Forkopinda Tinjau Langsung Kebakaran Hutan Di Lereng Gunung Awu Sangihe
- Dampingi Gubernur Sambut Kedatangan Kapolda Baru, Ketua Komisi I DPRD Sulut Braien Waworuntu : Selamat Datang Di Tanah Nyiur Melambai
- Gubernur Yulius Instruksikan Penanganan Terpadu Karhutla Gunung Awu Sangihe, Keselamatan Warga Prioritas Utama
Oleh karena itu, Karman Ruchban meminta Pemerintah kabupaten Bone Bolango melalui Dinas kesehatan untuk lebih inovatif dalam menurunkan dan menekan angka stunting ini.
“DPRD akan selalu mendukung upaya yang dilakukan Pemkab Bone Bolango, dalam menekan angka stunting, dengan berbagai program dan kegiatan yang dilakukan.” Ujar Karman.
Diketahui, berdasarkan data akhir tahun 2023 di Bone Bolango, jumlah anak stunted berada di angka 1.087 dan anak stunting sebanyak 10 orang. Data ini mengalami kenaikan yang diakibatkan oleh kelengahan pendampingan pada ibu hamil dan calon pengantin usia subur. (Arr)







