Tomohon-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon menegaskan bahwa kepatuhan pelanggan dalam membayar tagihan air menjadi kunci utama keberlangsungan layanan.
Direktur Utama PDAM Tomohon, Adrian Ngenget, menyampaikan bahwa dana dari pembayaran pelanggan bukan sekadar biaya, melainkan sumber untuk menjaga roda operasional tetap berjalan.
Menurutnya, kebutuhan anggaran yang ditopang dari iuran pelanggan sangat beragam, mulai dari pengolahan air dengan bahan kimia penjernih, perawatan fasilitas, hingga pembaruan peralatan yang sudah usang. “Air yang disalurkan ke rumah warga rutin diuji kualitasnya di Laboratorium Kesehatan Manado setiap empat bulan sekali, agar tetap aman dan layak konsumsi,” jelas Adrian.
- Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Dan Wabah Penyakit Menular : Instrumen Hukum Penting Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Darurat Kesehatan
- Sekwan Niklas Silangen Dampingi Ketua Dewan Terima Kunjungan Badan Kehormatan Dan Pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe
- Ketua Dewan Andi Silangen Terima Kunjungan Badan Pusat Statistik Sulut : Koordinasi Terkait Penurunan Indeks Demokrasi Indonesia
Ia juga menekankan pentingnya pemeliharaan sumber air. Pembersihan bronkap dari kotoran, ranting, dan material longsoran harus dilakukan secara berkala agar aliran tetap lancar. Begitu pula dengan perbaikan pipa transmisi dan distribusi yang mengalami kebocoran, serta perawatan reservoir yang retak atau kotor. Mesin pompa yang aus karena pemakaian juga menjadi perhatian khusus untuk segera diperbaiki atau diganti.
Selain faktor teknis, Adrian menyoroti besarnya biaya listrik yang harus ditanggung perusahaan setiap bulan. Tak hanya itu, ada pula kebutuhan lain seperti penggantian aksesori jaringan air, perawatan kendaraan operasional, inventaris kantor, hingga pembayaran gaji dan BPJS pegawai.
Adrian berharap masyarakat semakin memahami bahwa setiap rupiah yang dibayarkan memiliki peran vital. “Bayar tagihan bukan hanya soal kewajiban, tapi juga bentuk dukungan agar PDAM bisa terus memberi pelayanan yang sehat, aman, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*Bert)







