Tondano – Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Kesehatan menggelar sosialisasi tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyalagunaan Narkotik, Pizikotropika Dan Zat Adiktif (Napza) Tahun 2019. Di 25 kecamatan secara bergantian. Senin (7/10/2019).
Kadis Kesehatan Pemkab Minahasa Dr. Mayah Rambitan, M.Kes, menyampaikan kegiatan ini adalah bagian dari program nasional dan lebih khususnya program Bupati dan Wakil Bupati (ROR-RD).
“Tentunya kami selaku Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan tersebut bersama instansi terkait seperti Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Fokopimda, untuk
memberi pembinanan generasi muda untuk melindungi diri dan memberi pengertian tentang bahaya narkoba,” Ujar Rambitan.
Dikatakan di era globalisasi banyak generasi, ketika ada persoalan mulai putus sekolah, kenakalan remaja, sampai penyala gunaan narkoba.
- Gubernur Yulius Instruksikan Jajaran Perkuat Antisipasi El Nino, Katahanan Pangan dan Stabilitas Ekonomi
- Cegah Karhutla Meluas, Presiden Prabowo Tekankan Tindakan Dini, Edukasi, dan Penegakan Hukum
- Gubernur Yulius Paparkan Perubahan KUA-PPAS 2026, Fokus Pada Program Prioritas dan Kesejahteraan Rakyat
“Berbagai implikasi dan dampak negatif merupakan masalah Internasional dan Nasional yang sangat kompleks, bahaya korban narkotika dari tahun ketahun semakin meresahkan masyarakat dan merusak generasi muda dan membahayakan bangsa dan negara dan bisa menghambat pembangunan dan ini perlu penanganan yang terpadu dan serius,” Ujar Rambitan.
Lanjut kadis kesehatan Dr. Mayah Rambitan, M.Kes menyampaikan oleh karena itu pemerintah lebih khususnya kabupaten Minahasa telah bertekad bulat untuk menangani melalui sosialisai kepada generasi muda melalui dari tingkat Mellenial akan bahaya narkoba, agar mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa. (Ronny Rantung)





