Morut-Banjir yang melanda di Kota Kolonodale Selasa (07/05/2024) malam, telah mengakibatkan sejumlah kerusakan prasarana jalan dan layanan air bersih di beberapa titik di dalam Kota Kolonodale.
Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Morut, melakukan gerak cepat untuk melakukan penanganan-penanganan darurat, guna mencegah dampak yang lebih besar kepada masyarakat di musim hujan ini.
“Hari Kamis sore (kemarin), saya sudah lihat dari dekat kondisi prasarana jalan dan sarana air bersih yang rusak itu, dan segera kami lakukan penanganan sesuai prioritas dan ketersediaan dana yang ada,” kata Kadis PUPR, Perumahan dan Kawasan Permukiman Morut, Destuber Mato’ori ST MT.
Dalam peninjauan itu, Destuber, menyaksikan langsung jalan yang opritnya longsor akibat banjir Selasa malam itu, serta kondisi umum jalan lingkar ke arah Kantor DPRD Morut yang terdampak banjir.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
Ia juga melihat lokasi loncatan banjir Sungai Bahontula di Bahoue, yang mengakibatkan air menggenagi permukiman warga. Solusinya adalah melakukan normalisasi dan peninggian tanggul sungai.
Destuber dan staf juga mengunjungi RSUD Kolonodale dan melihat bangunan poliklinik yang terendam air pada Selasa malam itu.
“Ini perlu penataan dan pelebaran saluran air dalam kompleks RSUD, Kolonodale,” ujarnya.
Ia juga menemukan, jaringan pipa distibusi air bersih ke RSUD Kolonodale itu, sudah patah lagi akibat pergeseran tanah, menyebabkan pelayanan air bersih kini terhambat.
“Penanganan kerusakan ini menjadi perhatian besar kami,” tukas Destuber Mato’ori. (MCDD/NAL)






