Diduga Tak Miliki Dokumen Keimigrasian, Puluhan TKA “Berkeliaran” di Minsel, Imigrasi Tutup Mata?

Minsel,-Masuknya Tenaga Kerja Asing di Kabupaten Minahasa Selatan menjadi perhatian warga. Pasalnya puluhan TKA yang bekerja di salah satu perusahan di Desa Tumpaan Dua berkeliaran, kendati para Tenaga Kerja Asing (TKA) tersebut diduga tidak mengantongi dokumen keimigrasian alias TKA Ilegal.

Beberapa sumber yang ditemui oleh wartawan media ini di dekat lokasi pekerjaan, menyampaikan bahwa benar mereka sering melihat orang asing yang berkeliaran di sekitar perusahan tapi tidak bisa berbahasa Indonesia.

Saat wartawan media ini menelusuri keberadaan para TKA tersebut memang ada dan sementara melakukan kegiatan di dalam area perusahan, tapi saat di konfirmasi para TKA tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia bahkan bahasa inggris pun tidak bisa hanya menggunakan Google translater.

Para TKA tersebut saat dikonfirmasi memakai Google translater terkait dokumen dan legalitas kehadiran mereka dan melakukan kegiatan di Kabupaten Minahasa Selatan Desa Tumpaan Dua, tidak dapat menunjukan legalitas mereka sebagai Tenaga Kerja Asing.

Hal tersebut juga diiakan salah satu Kepala Bidang di Dinas Tenaga Kerja Minahasa Selatan bahwa mereka sudah mengetahui keberadaan TKA tersebut tapi sampai saat ini tidak memasukkan dokumen keimigrasian dan juga menyampaikan bahwa untuk melakukan kontrol dan pembinaan agak terlambat karena tidak ada data yang mereka sodorkan ke Disnaker Minsel.

Pihak Imigrasi Sulut pun saat dikonfirmasi di kantor Imigrasi Kelas 1 jalan 17 Agustus Manado melalui Kepala seksi intelejen dan penindakan keimigrasian kantor imigrasi kelas 1 TPI Manado Gusti Marmudin
tidak dapat menjelaskan keberadaan para TKA tersebut, hanya saja menyampaikan bahwa mereka akan turun dan mengecek langsung keberadaan para TKA yang diduga memegang Visa Turis.

Kendati menurut pantauan wartawan media ini para TKA tersebut sudah berada sejak beberapa bulan yang lalu dan melakukan kegiatan pekerjaan, sementara pemerintah Desa Tumpaan Dua melalui sekretaris desa beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa mereka belum menerima laporan terkait keberadaan para TKA yang berada di wilayahnya. (Onal m)

Loading