Diduga Gunakan Jasa “Preman”, Pj Hukum Tua “Intimidasi” Wartawan, Jackly Tawas : Bupati FDW Harus Evaluasi Bawahannya

Minsel-Beredarnya pemberitaan yang di muat media ini edisi 29 Mei 2024 yang menyampaikan bahwa adanya dugaan rekayasa dokumen dalam proyek yang menggunakan dana desa, menjadi bahan pembicaraan netisen.

Hal tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan oleh media sebagai fungsi kontrol dalam penggunaan uang negara agar tidak terjadi tindak pidana korupsi.

Sayangnya Pj Kuntua Desa Makaaroyen Amos Yofel, diduga kurang memahami tentang Pers dan menanggapi terhadap pemberitaan, sehingga Pejabat kumtua tersebut tidak mampu memberikan hak jawabnya.

Lebih disayangkan lagi Pj. Kuntua diduga menggunakan jasa mantan Staf Khusus inisial DW yang sudah tidak bertugas lagi karena diberhentikan oleh Bupati Minahasa Selatan, untuk menyerang wartawan media ini melalui media sosial Facebook.

Wargapun sangat menyayangkan hal tersebut karena sebagai pejabat publik, Pj Kuntua harus siap di kritik demi pembangunan Desa Makaaroyen Kecamatan Modoinding, karena dalam penggunaan dana desa wargapun dilibatkan dalam mengawasinya.

Dinilai anti kritikan, salah satu tokoh masyarakat yang merupakan warga Desa Makaaroyen Jackly Tawas meminta agar Bupati Minahasa Selatan Frangky Donny Wongkar Untuk mengevaluasi kinerja pejabat kumtua Desa Makaarooten yang tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai pejabat Kuntua.

“Bupati saja sering menerima kritikan, kenapa pejabat kuntua seolah anti kritikan ” Ucap Tawas.

Menurut Tawas, ada baiknya Bupati Minahasa Selatan Frangky D Wongkar mengembalikan tugasnya di Puskesmas Modoinding agar fokus dalam menjalankan kinerja sesuai besicnya.

Sementara pejabat kuntua Desa Makaaroyen saat di konfirmasi wartawan redaksisulut.com pada beberapa hari yang lalu, membantah hal tersebut bahwa ia tidak pernah melibatkan mantan staf khusus yang diberhentikan bupati untuk menyerang jurnalis melalui media Facebook.

“Saya tidak ada dendam sekecilpun terhadap media, apalagi wartawannya, jadi saya membantah dengan tegas bahwa terkait postingan mantan stafsus DW itu bukan perintah saya” tegas Amos.

Amos juga sedikit menjelaskan bahwa benar DW berteman dekat dengan salah satu perangkat desa, jadi mungkin saja melalui perangkat desa tersebut. (Onal_M)

Loading