Mitra-Diduga lemahnya pengawas Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di Kabupaten Minahasa Tenggara khususnya di kawasan pertambangan,membuat banyak Warga Negara Asing (WNA) ilegal berkeliaran tanpa memiliki dokumen yang legal sesuai aturan yang berlaku.
Informasi wartawan media ini,bahwa di perkebunan Pasolo ada kegiatan pertambangan ilegal yang dikelola secara pribadi oleh Warga Cina Wang Hai Feng dan Li Li hui.
Kedua oknum tersebut menurut sumber yang tidak mau namanya (red) disebut diduga tidak memiliki dokumen legal termasuk Visa yang mereka pakai.
“Kedua oknum dicurigai di duga tidak memiliki dokumen bisa Kerja di Indonesia dan gelagatnya sangat mencurigakan, tapi anehnya mereka bisa mengolah tambang di perkebunan Pasolo”. Ujar Warga.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
Adanya dugaan tersebut, Kaban Li-Bapan Sulut Marten Sulla meminta dengan tegas untuk mengusut dan memeriksa kedua oknum warga Cina yang saat ini sementara beraktifitas pertambangan di Kabupaten Minahasa Tenggara.
“Ditjen Imigrasi Sulut harus bergerak cepat dengan informasi ini dan itu kami minta dengan tegas”,Ujar Sulla. (Onal_M)








