Bitung- Pengangkatan Pala dan RT di kota Bitung, terus mengalami penundaan. Hingga Maret 2026, belum juga ada tanda-tanda pengangkatan. Hal ini diduga karena masih ada tarik-menarik soal jatah dari Walikota dan Wakil Walikota yang belum deal.
Menurut sumber diinternal Pemkot yang enggan namanya disebut mengatakan, sampai saat ini belum ada kesepakatan soal persentase jatah walikota dan wakil walikota.
“Banyak yang membawa nama walikota dan wakil walikota. Akhirnya pimpinan jadi bingung mau akomodir yang mana. Ini yang menyebabkan terjadinya penundaan pengangkatan Pala dan RT,” ujarnya sembari menambahkan, anggarannya sudah tersedia, dimana rupa bulan dianggarkan 2 miliar rupiah.
Sebelumnya ketua DPRD Bitung, Vivi Ganap, SE mengatakan, pengangkatan Pala dan RT sudah sangat mendesak, karena ini menyangkut pelayanan pemerintah ditingkat paling bawah.
- Hadiri Rakor GTRA Sulteng 2026, Miqdam : Langkah Nyata Selaraskan Kebijakan Strategis Tingkat Provinsi Dengan Implementasi di Daerah
- Kapolresta Bandung Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Arjasari
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
Sekkot Bitung, Ir Rudi Theno, ST MT mengatakan, saat ini masih dalam tahap verifikasi karana banyaknya nama yang masuk. “Nama yang masuk sudah sekitar 5 ribuan. Sementara kebutuhan Pala dan RT hanya seribu. Jadi ini masih sementara diverifikasi,” kata Theno.
Sementara itu, juru bicara Pemkot Bitung, Altin Tumengkol, SIP MSi membantah jika ada “jatah-jatahan” dalam pengangkatan Pala dan RT. “Tidak ada tarik menarik. Mudah-mudahan sebentar lagi akan ada pengumuman, tinggal menunggu waktu yang tepat,” jelas Tumengkol. Belum Deal Soal “Jatah”, Pemkot Bitung Tunda Terus Pengangkatan Pala RT
Bitung- Pengangkatan Pala dan RT di kota Bitung, terus mengalami penundaan. Hingga Maret 2026, belum juga ada tanda-tanda pengangkatan. Hal ini diduga karena masih ada tarik-menarik soal jatah dari Walikota dan Wakil Walikota yang belum deal.
Menurut sumber diinternal Pemkot yang enggan namanya disebut mengatakan, sampai saat ini belum ada kesepakatan soal persentase jatah walikota dan wakil walikota. “Banyak yang membawa nama walikota dan wakil walikota. Akhirnya pimpinan jadi bingung mau akomodir yang mana. Ini yang menyebabkan terjadinya penundaan pengangkatan Pala dan RT,” ujarnya sembari menambahkan, anggarannya sudah tersedia, dimana rupa bulan dianggarkan 2 miliar rupiah.
Sebelumnya ketua DPRD Bitung, Vivi Ganap, SE mengatakan, pengangkatan Pala dan RT sudah sangat mendesak, karena ini menyangkut pelayanan pemerintah ditingkat paling bawah.
Sekkot Bitung, Ir Rudi Theno, ST MT mengatakan, saat ini masih dalam tahap verifikasi karana banyaknya nama yang masuk. “Nama yang masuk sudah sekitar 5 ribuan. Sementara kebutuhan Pala dan RT hanya seribu. Jadi ini masih sementara diverifikasi,” kata Theno.
Sementara itu, juru bicara Pemkot Bitung, Altin Tumengkol, SIP MSi, membantah jika ada “jatah-jatahan” dalam pengangkatan Pala dan RT. “Tidak ada tarik menarik. Mudah-mudahan sebentar lagi akan ada pengumuman, tinggal menunggu waktu yang tepat,” jelas Tumengkol. (hzg)





