Minsel-Suatu kebanggaan masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan karena suatu temuan baru yang saat ini sementara diincar para penyelam baik lokal maupun mancanegara negara.
Minahasa Selatan termasuk dalam salah satu wilayah penyangga bunaken dalam hal ini taman laut yang didiami ratusan spesial terumbu karang yang indah dan perlu dilestarikan.
Desa Kapitu salah satu Desa pesisir yang memiliki Dive Spot yang sangat indah karena perkembangbiakan terumbu kurangnya yang masih tergolong perawan.
Saat ini dive spot Desa Kapitu mulai diperbincangkan di komunitas penyelam singapura dan beberapa negara eropa, Komunitas Fotografer underwater Sulut juga mulai melirik wilayah ini.
Surga tersembunyi yang sengaja di simpan, hanya dinikmati kalangan khusus saja. Awal bulan juni 2024 baru-baru ini kapal pesiar Pinisi dari Halmahera masuk di wilayah pantai Kapitu dan melakukan kegiatan penyelaman selama 2 bulan, dan indikasi spot ini sengaja disimpan.
Dive spot untuk fotografer wide angle, sangat Keren bisa buat wedding underwater karena keanekaragaman terumbu karang yang unik-unik dan sangat indah.
Fotografer sekaligus juri anderwater Sulut Nelson Uada dan Ben Sarinda mengemukakan, spot dive ini harus di angkat, supaya dampak besarnya bisa dirasakan juga oleh masyarakat Desa Kapitu.
“Spot dive ini sangat unit dan harus di angkat ke publik baik lokal bahkan mancanegara juga spot ini dibutuhkan sentuhan dari pemerintah agar bis terjaga dan dilestarikan guna untuk mendongkrak kunjungan para wisatawan,”ujarnya.
Ditambahkannya juga bahwa spot dive Kapitu ini sangat kuat daya tarik bagi komunitas penyelam baik salam negeri maupun luar negeri sehingga hal tersebut bisa mendongkrak pendapatan warga.
Nelson uada meramalkan ini bakal menjadi bali kecil di Desa Kapitu, untuk itu mari kita jaga dan lestarikan.
Foto-foto yang diambil real dari taman laut Desa Kapitu dengan fotografer yang profesional serta memakai peralatan yang dikhususkan untuk foto bawa laut. Foto By Nelson Uada dan Ben Sarinda. (Onal_m)







