MANADO – Kegiatan coffee morning yang diinisiasi Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) kembali menjadi ruang diskusi strategis antara insan pers dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (17/4/2026).
Forum yang menghadirkan sejumlah pejabat Pemprov Sulut ini membahas berbagai isu aktual.
Pada diskusi pertama, JIPS menghadirkan sejumlah pejabat Pemprov Sulut, di antaranya Asisten II Pemprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulut Jani Lukas, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Zainudin Saleh Hilimi didampingi Kabid Clief Wangke.
Asisten II Pemprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi potensi dampak kemarau panjang.
Ia menyebut, ketahanan pangan, ketersediaan air, hingga mitigasi kebakaran lahan menjadi fokus utama yang harus segera diantisipasi.
“Data BMKG yang sedang berkembang, kemarau panjang harus diantisipasi. Tentunya ketahanan pangan harus terjaga, termasuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan akibat aktivitas ekonomi dan masuknya wisatawan,” ujarnya.
Pemprov Sulut, lanjutnya, telah melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan dinas terkait serta pemerintah kabupaten/kota dan pusat guna memastikan langkah antisipatif berjalan optimal.
Sementara itu, Kepala Balitbangda Sulut, Jani Lukas, menyoroti pentingnya riset yang berbasis pada isu aktual daerah.
Ia menyebut, penelitian ke depan akan difokuskan pada berbagai persoalan strategis seperti pertambangan, stunting, perlindungan anak, hingga dampak El Nino.
“Penelitian harus menyesuaikan dengan kebutuhan daerah. Kami juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan isu yang perlu dikaji, serta melibatkan tenaga ahli, termasuk dari perguruan tinggi seperti ITB jika dibutuhkan,” jelasnya.
Selain itu, Balitbangda juga tengah mengevaluasi hasil-hasil penelitian sebelumnya agar lebih efektif dan benar-benar memberi manfaat bagi pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Jemmy Ringkuangan turut menyinggung pentingnya penguatan jabatan fungsional peneliti serta mendorong kolaborasi dengan berbagai lembaga strategis untuk meningkatkan kualitas riset di daerah.
Beberapa isu lainnya yang ikut dibahas antara lain tentang isu stok BBM dan LPG, yang dipastikan aman sehingga masyarakat tidak perlu cemas.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Daerah Sulut, Zainudin Saleh Hilimi, mengapresiasi inisiatif dari JIPS dalan menggelar program diskusi bersama Pemprov Sulut
Ia menegaskan bahwa seluruh informasi terkait kebijakan dan program Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, harus disampaikan secara utuh, akurat, dan terverifikasi kepada publik.
Menurutnya, peran Diskominfo menjadi sangat strategis dalam memastikan setiap pesan pemerintah tidak terdistorsi, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia menambahkan, pihaknya terus memperkuat sinergi dengan media, termasuk Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS), agar narasi pembangunan yang dibawa Gubernur dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan arahan Gubernur Yulius Selvanus dipahami secara benar oleh publik, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Terima kasih untuk program JIPS dalam diskusi seperti ini,” ujarnya.
Koordinator JIPS, Ronald Rompas, mengatakan coffee morning merupakan agenda rutin yang bertujuan membangun komunikasi terbuka antara JIPS dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Ini menjadi ruang diskusi untuk mengetahui perkembangan daerah sekaligus menyamakan persepsi antara pemerintah dan media,” ujarnya.
Melalui forum ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan insan pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, sekaligus mendorong kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara.(*)








