Morut-Wakil Bupati (Wabup) Morowali Utara (Morut), H Djira K SPd MPd, membuka secara resmi kegiatan pertemuan evaluasi intervensi stunting Kabupaten Morut Tahun 2024, di Aula Hotel Bougenville Kolonodale Kamis (16/05/2024).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Morut.
Tujuan utama dari pertemuan ini, tidak lain untuk meningkatkan kolaborasi lintas program dan lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di bumi tepo asa aroa tercinta.
Berdasarkan hasil Survey kesehatan, prevalensi stunting di Indonesia di 2023 berada pada angka 21, 5 persen.
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
Kata dia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sendiri menargetkan angka stunting di Indonesia turun hingga 14 persen.
Wabup Djira, yang juga Ketua TPPS Morut, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota TPPS yang bersedia hadir, untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Ia juga tidak lupa berterima kasih kepada Dr Sirajudin SP MKes RD dari Kementrian Kesehatan RI dan Poltekkes Makassar, selaku narasumber yang hadir untuk menyampaikan materi dan memberikan wawasan, serta ilmu kepada para anggota TPPS yang ada.
Wabup Djira, berharap seluruh tahapan yang dilaksanakan, mulai dari perencanaan sampai dengan rencana tindak lanjut, bisa dilaksanakan dengan baik oleh masing-masing OPD yang masuk dalam TPPS Morut.
“Ini bentuk tanggung jawab sosial dan tanggung jawab kemanusiaan bagi masyarakat yang ada di Morut,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Bappelitbangda Morut, Gerzom Tandi ST MEng, Kadinkesda Morut, Drs Romelius Sapara, sejumlah Pimpinan OPD terkait dijajaran Pemda Morut, serta tamu undangan lainnya. (Diskominfo/NAL)








