Morowali-Beredar sebuah video yang memperlihatkan kebakaran yang diakibatkan kerusuhan pekerja di PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Morowali Utara (Morut). Dalam video tersebut diberikan keterangan bahwa Investor RRC PT GNI tamat dan para pekerja China di Morut habis dibakar masa.
Pada pesan yang menyertai video itu juga, menyebutkan kejadian itu terjadi karena ketidak adilan .
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, informasi yang beredar dalam video tersebut terbukti tidak akurat dan tidak benar.
Dandim 1311/Morowali, Letkol Inf Alzaki, menjelaskan, peristiwa yang terekam dalam video tersebut memuat disinformasi tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya.
” Tidak ada pekerja asing, khususnya pekerja asal Cina, yang dibakar massa dalam insiden tersebut. Saya berpikir barangkali video tersebut berupaya menggambarkan apa peristiwa kebakaran yang terjadi pada Januari 2023. Namun kejadian tersebut telah ditangani dengan baik. Alhamdulillah hingga saat ini, tidak ada kejadian serupa yang terulang seperti yang tergambarkan dalam video,” jelas Letkol Alzaki.
Pihak keamanan dan Pemerintah Daerah ( Pemda) juga telah mengkonfirmasi bahwa situasi di Morowali dan Morut saat ini dalam keadaan aman dan kondusif.
” Alhamdulillah, kami memastikan bahwa wilayah Morowali dan Morut dalam keadaan aman, dan kami fokus pada pelaksanaan Ibadah Puasa. Bahkan saat ini kami fokus pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan daerah dalam bentuk TMMD,” kata Alzaki.
Video yang beredar di media sosial (medsos) tersebut mengandung disinformasi yang bisa menambah ketegangan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat di himbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di dunia maya, dan selalu melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan sebuah berita.(Hms Kodim/NAL)







