Bitung- Sebanyak 542 siswa SMA 2 Bitung, khususnya kelas 12, mengikuti ujian sekolah dengan 2 model, yakni tertulis dan berbasis projec.
Kepala SMA Negeri 2 Bitung, Maxi Awondatu, SPd MPd mengatakab, untuk ujian tertulis ada beberapa mata pelajaran diantaranya matematika, bahasa inggris.
“Untuk yang berbasis project berbasis literasi. Ada 3 jenis project untuk mata pelajaran agama, sejarah, dan pendidikan pancasila,” jelas Awondatu.
Guru mata pelajaran kata Awondatu, membuat tema dan ada format laporan. “Misalnya untuk wawancara. Memang ada sedikit kendala untuk siswa. Makanya kami lakukan pembimbingan, dimana ada guru yang mendampingi. Jika ada yg turun lapangan, harus ada surat dari sekolah,” tambahnya.
- Dampingi Wapres Gibran di Perkemahan Pemuda GPdI, Gubernur Yulius Tuai Apresiasi Atas Capaian Prestasi Pembangunan Sulut
- Dualisme Nasdem Bitung, Wenas Pastikan Longkutoy Gantikan Supit Usai Bertemu Surya Paloh
- Bupati Michael Thungari Membuka Kegiatan Pencanangan Dan Penandatangan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Sangihe
Sementara itu, ketua panitia ujian, Fredinandus Takalamingan mengatakan, ada juga karya tulis dan pembekalan dari guru-guru. “Ini tahun ke kami laksanakan sistim project ini. Dimulai dari Februari sampai akhir Maret untuk 3 project. Ada judul dan rumusan masalah,” ujarnya sembari menambahkan, selain ujian tertulis, juga ada presentasi di depan penguji, yakni guru dan Kacabdin dan Korwas selaku penguji tamu. Ada 129 kelompok. Tiap hari ada 90 siswa. 1 kelompok 4 orang. (hzq)






