Sulut – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw menerima kunjungan kerja Kementerian Pariwisata RI bersama rombongan awak media nasional di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Jumat (29/11/2019).
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini, Wagub Kandouw menerangkan roadmap pariwisata Sulut yang digagas Gubernur Olly Dondokambey.
Kandouw juga mengajak jajaran Kemenpar dan awak media yang hadir dalam pertemuan untuk meninjau langsung kemajuan sektor pariwisata Sulut.
“Media nasional, cetak, online, serta media elektronik yang dibawa oleh teman-teman dari kementerian pariwisata “cek on the spot” tentang roadmap pariwisata dari Bapak Gubernur,” kata Kandouw usai mengikuti pertemuan tersebut.
- Bakal Digelar Besok! DPRD Sulut Agendakan Rapat Paripurna Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Atas LKPD Tahun 2025
- Pimpin Upacara Momentum Nasional dan Daerah, Plt Bupati Titip Pesan Optimistis Kepada Generasi Muda Sitaro
- Bupati FDW Hadiri Ibadah Minggu Bersama di Jemaat GMIM Betlehem Ranomea Amurang Timur
Lanjut Kandouw, dari roadmap pariwisata Sulut ini akan menjelaskan besarnya potensi pariwisata Sulut hingga ditetapkan sebagai sebagai satu diantara lima destinasi wisata super prioritas di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
“Saya sudah sampaikan tadi rencana besar kita di Sulut dan mereka saksikan sendiri. Sekaligus melihat data sendiri bagaimana pertumbuhan pariwisata. Apa rencana kita kedepan dan apa tanggapan kita dengan status destinasi super prioritas dari Presiden. Semua saya sudah beberkan dihadapan awak media nasional tersebut,” tandas Kandouw.
Sebagai informasi, sektor pariwisata di Sulut menjadi sebuah industri baru dengan pertumbuhan kinerja pariwisata hingga 600% dalam empat tahun terakhir.
Tercatat, jumlah wisatawan mancanegara ke Sulut secara kumulatif mencapai 110.459 orang pada Januari 2019-Oktober 2019.
Selain itu, pemerintah juga sedang fokus membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang.
KEK Pariwisata Likupang diprediksi mampu memberikan kontribusi devisa sebesar Rp 22,5 triliun pada 2030. Selain itu, nantinya di KEK Likupang akan dikembangkan resort, akomodasi, fasilitas hiburan dan MICE. (*/JM)








