Tahuna – Menjerat 4 tersangka kasus Internet Desa (InDes), dikabupaten kepulauan Sangihe sejak 3 tahun lalu masih bergulir . Hal ini memicuh atensi dari aktifis Engel Simon yang mendesak pihak Aparat Penegak Hukum (APH) secepatnya menuntaskan kasus ini.
” Masyarakat selalu mempertanyakan penuntasan kasus InDes ini kepada kami, sehingga menurut informasi akan ada susulan gelombang demo besar-besaran yang secara spontan dari masyarakat, mungkin ribuan yang akan turun, apabila Aparat Penegak Hukum (APH) lambat untuk menuntaskan kasus InDes ini,” ungkap Engel Simon mewakili Aliansi Aktivis Pro Justicia.
Menanggapi pernyataan Engel Simon Ketua Komisi Cabang (Komcab) LPK-PK Sangihe, Johan Adler Fredrik Lukas mengatakan demo tersebut bisa saja terjadi atas kemauan dari masyarakat yang menginginkan daerah Sangihe bebas dari korupsi.
“Bisa saja terjadi demo besar-besaran, sebab masyarakat sudah resah dan banyak yang paham, sehingga kemungkinan ada 1000-an lebih warga masyarakat yang akan tergabung pada demo itu. Dan tentunya tetap memakai prinsip yang dinamakan demo damai, karena akan mengantongi surat ijin resmi dari pihak Kepolisian,” urai Lukas kepada media. (Yoss)
- Dominasi Regional Sulawesi, Pemprov Sulut Raih Penghargaan Tertinggi Penanggulangan Kemiskinan & Stunting, Terima Insentif Fiskal Rp3 Miliar
- Pemprov Sulut Raih Penghargaan Kemendagri dan BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkab Sitaro Terima Opini WTP Dari BPK RI, Plt Bupati : Ini Hasil Kerja Seluruh Jajaran Pemkab Sitaro








