oleh

Gelar Aksi Demo,Warga Minta Polres Tebing Tinggi Usut Dugaan Penyelewengan Dana Bansos di Desa Penggalangan

-Sumut-352 Dilihat

Tebingtinggi-Ratusan warga Desa Pengalangan, Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Provinsi Sumatera Utara bersama LSM PAKAR Kabupaten Serdang Bedagai mengelar aksi unjuk rasa di depan Mako Polres Tebing Tinggi, Kamis (29/2/2024).

Dalam orasinya, para pendemo menuntut Kepala Desa Penggalangan, Boini, mundur dari jabatannya.karena dinilai tidak bertanggungjawab atas penyaluran beras bansos

Informasi yang diterima awak media dari salah seorang pendemo mengungkapkan bahwa aksi ini dipicu atas adanya dugaan penyelewengan beras bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah pusat melalui Kantor Pos di awal Januari 2024 yang lalu.

Kenyataannya, beras yang seharusnya dibagi di Kantor Pos diambil alih oleh Pemerintah Desa Penggalangan untuk dibagikan kepada penerima bansos.

Anehnya, warga yang seharusnya menerima beras bansos tersebut tidak kunjung dibagikan. Namun dibagikan kepada konstituen pendukung suami Kades Penggalangan inisial HH yang merupakan salah seorang Caleg dari Dapil V Kabupaten Serdang Bedagai

ditengah aksi demo, salah seorang ibu bernama Surtana boru Manulang yang merupakan orator dalam aksi tersebut menjelaskan bahwa ia menerima telpon dari seseorang yang diduga merupakan salah seorang perangkat desa dengan kata-kata diduga pengancaman dan intimidasi.

Usai bertelepon, kepada Surtana Manulang menjelaskan bahwa dia baru saja menjawab panggilan telepon dari Kaur Desa Penggalangan bernama Irma.

Dalam pembicaraan telepon tersebut, Surtana Manulang mengaku diancam oleh Kaur Desa karena turut dalam aksi demonstrasi.

Dijelaskan Surtana, sebelum penyaluran beras bansos, Kaur Desa Irma menelpon saya untuk mengantarkan Kartu Keluarga ke rumah Kepala Dusun karena akan ada bantuan beras 10 kg dari pemerintah.

Tapi hingga saat ini saya belum menerima berasnya berbeda dengan warga yang lain seperti tebang pilih. Irma beralasan saya tidak bisa menerima bansos karena memiliki mobil angkutan (angkot) dan tidak mendukung suami Kades Boini inisial HH sebagai Caleg,” kesal Boru Manulang.

Dijelaskan Surtana, beberapa hari yang lalu kami juga ada melakukan aksi di Kantor camat Tebing Syahbandar dan usai aksi itu ada sebagian warga yang dibagikan berasnya setelah di demo warga

Apabila ada bantuan dari pemerintah, jangan tebang pilih. Jangan karena hanya memihak mendukung HH sebagai Caleg, jadi itu saja yang dibagi. Padahal beras itu merupakan beras bansos sehingga banyak warga yang seharusnya sebagai penerima manfaat, tidak dibagikan pihak desa.

Saat adanya pengancaman oleh Kaur Desa kepada salah seorang pendemo ini ditanyakan awak media kepada Boini selaku Kades Penggalangan melalui chat whatsapp, Boini menjawab “Nanti saya tanyakan dulu pak, saya lagi diluar.

Ketika awak media kembali mencoba melakukan telepon langsung, Kades Boini ini tidak bersedia mengangkat telepon nya. (kys)