Minsel-Membangun Kabupaten Minahasa Selatan tidak lepas dari orang yang benar-benar peduli dengan masyarakat bukan karena dorongan politik melainkan tumbuh dari niat tulus dari hati nurani.
Membangun Minahasa Selatan bukan harus menggadaikannya.
Kenapa harus AGK-DEREN ? Karena kedua sosok yang fenomenal, antara Melenial dan Kolonial ini terpancar kesungguhan hati dan keduanya bernasar untuk Membangun Minsel dalam semua aspek dengan tulus dan ingin melihat semua masyarakat minsel tersenyum.
Ada apa dengan AGK-DEREN ? Kedua sosok ini memiliki track record yang bersih dari masalah hukum maupun konflik lainnya. Selain itu AGK -DEREN :
– Tidak mau menggadaikan Minsel dengan tidak melakukan pinjaman ataupun mencari donatur politik,
– Tidak mau membangun kesepakatan dengan investor politik,
– Bukan calon petahana yang mengintimidasi ASN, THL dan K3
-Visi-Misi Jelas
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
- Semangat Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik Bersama Stakeholder di Boltim
- Momen Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Unit Layanan Pelanggan Manado Utara Hadir Lebih Dekat: Mendengar, Mengapresiasi, dan Tumbuh Bersama Pelanggan
Selain itu AGK-DEREN ditopang sepenuhnya oleh ibu kandung DEREN,Felly Esterlita Runtuwene yang saat ini duduk kembali sebagai ketua komisi IX DPR-RI (dua periode) dari partai Nasdem, FER juga telah mampu membawa aspirasi warga minsel dengan memposisikan kedua adik kandungnya Stella Runtuwene sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (dua periode) dan Poulman Runtuwene juga sebagai Wakil Ketua DPRD Minsel, keduanya adalah kader terbaik partai Nasdem.
Sedangkan Asiano Gammy Kawatu merupakan Birokrat handal, bersih yang pernah dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Utara. Selain itu juga AGK adalah satu -satunya Ketua DPC Gerindra dari antara 15 Ketua DPC , yang mencalonkan diri pada posisi 01 (Calon Bupati) yang direkomendasikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prbowo Subianto sehingga kepemimpinan kelak jadi Satu Garis dari Kabupaten, Propinsi dan Pusat. (Donald Mamoto)







