Bitung, Redaksisulut – Berkat kerjasama dan gotong royong dari semua pihak, mulai dari konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dan kegiatan testing, tracking dan treatment (3T) kini status Covid-19 di Kota Bitung turun pada level 2.
Hal ini disampaikan Wali Kota Bitung, Ir. Maurits Mantiri, MM, dimana juga menyampaikan bahwa, upaya dalam penanganan Covid-19 akan terus dilakukan agar status Covid-19 yang saat ini sudah pada level 2 bisa kembali turun pada level 1. Selasa, (21/9/2021)
“Ini adalah kabar baik bagi kita semua, namun upaya masih akan terus kami lakukan, agar pandemi Covid-19 bisa teratasi dengan semaksimal mungkin”. Katanya
Lanjutnya bahwa, untuk saat ini bersama Wakil Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE akan terus memastikan agar semua warga Kota Bitung telah mendapatkan vaksin secara lengkap.
- HKG PKK Ke-54, Pemprov Sulut Dorong Penguatan Peran Kader Menuju Indonesia Emas 2045
- Bupati dan Wakil Bupati Sangihe Tinjau Sekaligus Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Kecamatan Marore Yang Terdampak Musibah Gempa
- Pembukaan FBKM 2026 Berlangsung Meriah, Walikota Andrei Angouw Ingatkan MBW Ruang Publik Masyarakat Manado
“Selain memastikan Semua sudah mendapatkan vaksin tentunya masyarakat harus tetap konsisten menerapkan Prokes Ketat secara disiplin dalam bermasyarakat”. Kata Maurits.
Dalam kesempatan dirinya juga mengingatkan bahwa, meski saat ini sudah pada status level 2, namun untuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih akan tetap ada
“Untuk PPKM di wilayah yang sudah ditetapkan atau di wilayah yang penyebaran Covid-19 tinggi masih tetap ada. Untuk itu kami berharap agar masyarakat tetap patuh dan disiplin pada Prokes Covid-19 dan tentunya terus berdoa agar pandemi ini cepat berakhir”. Harapnya.
Dengan ditetapkannya Kota Bitung turun level menjadi PPKM level 2 ini berdasarkan Instruksi Mendagri No 44 Tahun 2021 tanggal 20 September 2021 dimana penetapan pemberlakuan PPKM level 2 ini juga berdasarkan hasil asesmen oleh Kementerian Kesehatan RI dengan lebih mengoptimalkan Posko penanganan Covid-19 di tingkat desa atau kelurahan. (Wesly)






