Minut-Kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara resmi meningkatkan status penanganan perkara tahun anggaran 2023–2024 itu ke tahap penyidikan.
Langkah ini ditegaskan melalui Surat Perintah Penyidikan Nomor PRINT–942/P.1.18/Fd.2/09/2025 yang dikeluarkan pada 17 September 2025.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Minut, Ivan Day Iswandi, menyatakan keputusan diambil setelah tim menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana korupsi.
Baca : RPKD Jadi Peta Jalan Baru, Pemkab Minut Targetkan Penurunan Kemiskinan Lima Tahun ke Depan
- Sabu Seberat 228,8 Gram di Sita, Satresbarkoba Polres Morut Ringkus Terduga Pelaku Narkoba di Mamosalato
- Meningkatkan Jejaring Konektivitas, Pemprov Sulut Bersama Pemprov Jatim Gelar Kegiatan Misi Dagang Dan Investasi
- Kerjasama Sejumlah Perusahaan, Jalan Trans Berlubang di Dusun 5 Desa Bunta di Perbaiki
“Hasil audit mengungkap dugaan pertanggungjawaban fiktif dan pengelolaan dana yang tidak sesuai ketentuan. Kerugian keuangan negara diperkirakan mencapai Rp347.012.308,” tegas Ivan Day, Kamis (18/9/2025).
Dengan status penyidikan, jaksa kini memiliki ruang lebih luas untuk menelusuri kasus, termasuk memanggil saksi-saksi, memeriksa dokumen, dan mengumpulkan bukti tambahan.
Ivan menegaskan Kejari Minut akan menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan.
“Kami pastikan proses hukum berjalan tanpa pandang bulu. Semua pihak yang terkait akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Kejari Minut memastikan pengusutan tidak berhenti sebelum aktor utama di balik dugaan penyimpangan terungkap. (T3/*)






