Tamonjengi – Setelah menjalani proses pembangunan selama 12 tahun lebih, akhirnya gedung baru Gereja GKST Jemaat Sion Tamonjengi, Kecamatan Mori Utara, diresmikan dan ditahbiskan penggunaannya oleh Bupati Morowali Utara Delis J. Hehi, Selasa (13/9).
Peresmian gedung gereja ini merupakan salah satu rangkaian acara syukuran Hari Ulang Tahun ke-72 Desa Tamunjengi yang usianya sama dengan berdirinya Gereja GKST Jemaat Sion di desa tersebut.
“Saya salut dan bangga atas dua hal pada acara hari ini yakni kerja keras dan kesetiaan panitia membangun gedung ini dengan kesabaran selama 12 tahun, serta tari-tarian Torompio yang ditampilkan generasi muda di sini,” kata Bupati Delis dalam sambutannya pada acara itu.
Acara ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Morut Febriyanthi DJ. Hehi, Ketua Umum Sinode GKST Pdt Dr Djadaramo Tasiabe, anggota DPRD Morut, Camat Mori Utara, Kades Tamonjengi yang baru terpilih serta ratusan warga.
- Pemda Gelar Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H /2026 M, Sekaligus Pelantikan Pengurus IPIM Dan Baznas Morut
- Plt Bupati Heronimus Makainas Hadiri Rapat Sinkronisasi Program Listrik Perdesaan
- Jemmy Ringkuangan : Pasokan Cabai Dari Luar Daerah Untuk Stabilitas Harga,Bukan Untuk Mematikan Petani Lokal
Delis mengaku bangga dengan penampilan tari-tarian Torompio yang dipersembahkan pada acara penyambutan yang menunjukkan bahwa masih ada juga warga, khususnya anak muda yang mau belajar seni tari tradisional dan ada orang tua yang mau mengajarkannya kepada anak muda.
“Seni budaya tradisional ini merupakan kekayaan budaya nusantara yang harus kita kembangkan dan ajarkan secara turun temurun sebagai warisan budaya bernilai tinggi kepada anak-cucu kita,” ujarnya.
Bupati berterima kasih kepada jajaran gereja yang telah turut bekerja keras membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan visi besar daerah yang menjadikan masyarakat Morut Sehat, Cerdas dan Sejahtera,” ujarnya.
Sehat yang ingin dicapai dalam visi ini adalah sehat jasmani dan rohani, dan cerdas yang ingin diwujudkan adalah cerdas secara intelektual dan juga spiritual. Karena itu peran gereja dan lembaga-lembaga serta tokoh-tokoh agama lainnya sangat besar untuk mewujudkan visi dan misi ini. (*/Johnny)





