Foto Ilustrasi
Poso – 104 Kepala Keluarga (KK) Warga Desa Maliwuko menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600.000 melalui program TNI tahun anggaran 2022.
Namun sebelumnya,pada pertemuan sosialisasi pertama pada Sabtu (16/4/2022) malam di Baruga Desa Maliwuko, dengan warga serta menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan tersebut oleh petugas Babinsa Koramil.
Terkait mekanisme penyaluran BLT,disebutkan yang mana persyaratannya setiap warga harus melengkapi data administrasi sebanyak tiga lembar yang harus di foto copy.
Yang masing-masing,KTP,KK dan Keterangan Usaha. Dan hal inilah yang menjadi satu hambatan bahwa kami “tidak mempunyai dana”.
“Ya sejujurnya kami di Desa tidak mempunyai biaya,”sebut petugas Babinsa.
“Oleh karena itu, kami mengharapkan kepada warga Desa Maliwuko dapat memikirkan bersama agar membantu biaya foto copy sebagai bentuk partisipasi, sesuai kemampuan jumlah yang tidak mengikat asalkan ihklas tanpa ada unsur paksaan.” Ujarnya.
Pada akhir kesimpulan tersebut warga bersedia memberikan bantuan biaya foto copy sebesar Rp 20.000/KK, dan jika di kalikan 104 KK akan terkumpul sebesar Rp.2.080.000 (dua juta delapan puluh ribu).
Perlu diketaui,Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Program TNI, itu sebanyak 104 KK,sudah di bayar Minggu (17/4/2022) hari ini ,pada tahap pertama sebanyak 29 KK,bertempat di Baruga kelurahan Ranonuncu Poso Kota Selatan dan seterusnya.
Saat di konfirmasi kepada Kades Maliwuko,Jerry Lapangoyu,S.Sos, dirinya sangat menyayangkan dalam pertemuan itu tidak di undang. “Jika saya hadir saat itu so pasti biaya yang di minta kepada warga sebesar 20.000 saya tidak menyetujuinya,” Ujar Lapangoyu.
Apalagi informasi yang saya terima dari sumber warga menyebutkan bantuan biaya foto copy,disebabkan Pemdes tidak mempunyai dana.
“Mestinya petugas penyaluran dana BLT itu ada koordinasi, apalagi di Desa itu,ada tiga pilar,Kades, Polmas dan Babinsa,namun fungsi koordinasi tidak jalan,” Sesal Lapangoyu.
Lanjut Lapangoyu,seperti yang disebutkan di Desa tidak ada biaya wah,sangat miris !!.. di Desa,kan bisa bantu, apalagi di kantor ada mesin foto copy dan pengadaan kertas, kalau mau di hitung pengeluarannya tidak banyak.
“Namannya bantuan kepada masyarakat miskin yang membutuhkan mestinya tidak ada potongan, apalagi biaya foto copy yang di bebankan kepada warga,” Ujar Lapangoyu.
Hingga berita ini di publis petugas Babinsa yang menyalurkan sana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Maliwuko,ketika di konfirmasi sulit di temui. (Victor)
![]()

