“Wujudkan Polisi Yang Presisi”

Ventje Jacob

Sulut – Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo akhirnya dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang memasuki masa pensiun. Listyo Sigit Prabowo sebelum dilantik dalam uji kepatutan yang dilakukan oleh Komisi-III DPR-RI memaparkan visi, misi dan program strategis Polri ke depan saat uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusung konsep kepolisian masa depan yang Presisi yaitu prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Pendekatan konsep menejemen Polri semacam ini oleh para pengamat/pemerhati KAMTIBMAS, dapat memprediksikan bahwa pelayanan kepolisian kedepan akan semakin lebih baik dan terintegrasi dengan konsep menejemen polisi yang Profesional, Modern dan Terpercaya (PROMOTER).

Visi ‘Presisi’ yang diajukan oleh Listyo Sigit Prabowo pada uji kelayakan Kapolri tahun 2021 dapat kita prediksikan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ingin mewujudkan pelayanan publik Kepolisian-RI yang prima dan berkualitas bagi seluruh elemen masyarakat. Pendekatan ini dapat dikatakan menjadi energi yang membingkai semua insan kepolisian untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Konsep “Polisi Presisi” yang ditawarkan oleh Listyo Sigit Prabowo ini sangat berbanding lurus dengan tujuan awal sebagai lembaga keamanan yang mengfokuskan diri kepada Pembinaan, Pengayoman, dan Pelayanan yang utuh bagi masyarakat.

Fahira salah satu tim penguji pada saat Fit and Proper Test (Uji Kelayakan dan Kepatutan) calon Kapolri mengatakan bahwa “Visi Presisi” yang diajukan oleh Listyo Sigit Prabowo sangatlah tepat karena sesuai dengan kehendak rakyat. Lewat pendekatan prediktif, maka Polri baik secara institusi maupun personel senantiasa menjadi pembelajar sehingga mampu menghadapi dan selalu siap akan tantangan zaman serta perubahan di masa depan,” ujar Fahira Idris dari fraksi PKS.

Sementata pendekatan responsibilitas dan transparansi berkeadilan, akan terus membingkai dan memperkuat profesionalitas Polri yang tegas, bersih, kredibel dan berwibawa sekaligus menjadi lebih lebih ramah dan humanis

Sebagai lembaga yang fungsinya memelihara keamanan, ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, maka Polri yang adalah bagian terpenting dalam penyelenggara fungsi pemerintahan, harus semakin lebih baik kinerjanya, maka dengan demikianb secara otomatis masyarakat akan memandang bahwa Pemerintah berhasil menerapkan good governance dan kepercayaan publik kepada Polri akan semakin meningkat,”.

Pada kesempatan itu, Fahira secara tegas menyatakan mendukung visi ‘Presisi’ Kapolri baru. Dia berharap semoga Kapolri diberi kemudahan jalan untuk mewujudkannya. Sebagai institusi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, Polri diharapkan bukan hanya menjadi penegak hukum, tetapi juga sebagai penegak keadilan, sebagaimana dikatakan oleh Listyo Sigit Prabowo bahwa; “Tidak ada lagi istilah Hukum hanya tajam kebawah, tapi tumpul keatas”. Dan tidak ada lagi proses hukum bagi seorang nenek yang mencuri dua buah cacau hanya untuk karena ingin pembuktian hukum, tapi tidak ada wujud keadilannya.”

Selamat Pak Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menahkodai institusi Kepolisian Republik Indonesia.. Doa kami menyertai Bapak. Semoga diberikan Tuhan Kekuatan dan Kesehatan dalam menjalan tugas negara ini. (Red)

Oleh: Ventje Jacob / Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Sulut.

Loading