Manado – Warga Desa Kalasey, Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa, dihebohkan dengan adanya penemuan Mortir yang diduga peninggalan masa penjajahan Belanda, Minggu (11/07) malam. Mortir itu ditemukan oleh Ferry Habel (53), warga setempat. Menurut keterangan lelaki Ferry Habel (53) warga Desa Kalasey Satu Jaga IV Kecamatan Mandolang. Awalnya Saksi bersama dengan warga sedang kerja bakti membuat jalan setapak di Jaga IV, desa tersebut. Namun saat sedang menggali lubang dengan menggunakan sekop, Ferry terantuk benda keras dan berbunyi seperti besi.
Ia terus berusaha menggali untuk mengeluarkan benda tersebut. Saat benda itu dikeluarkan dari tanah, ia curiga karena berbentuk bulat lonjong dengan bagian ujung melancip seperti mortir.
Ia lalu memberitahukan penemuannya kepada lelaki Erik Berhandus, warga lainnya. Erik lalu menginformasikan penemuan itu ke Polsek Pineleng.
Mendengar informasi tersebut Kapolsek Pineleng, Iptu Marudut Pasaribu dan anggotanya langsung mendatangi lokasi sambil menghubungi Inafis Polresta Manado dan Tim Gegana Brimob Polda Sulut untuk mengamankan situasi serta memastikan benda tersebut bahan peledak berupa mortir atau bukan.
- Kementerian ATR/BPN Selaraskan Empat Simpul untuk Wujudkan Peralihan Hak Terintegrasi dengan Target Penyelesaian 10 Hari
- Wali Kota Hengky Honandar Hadiri Pengukuhan Pengurus DPC ABPEDNAS Kota Bitung
- Zaldi Amir Tekankan Pentingnya Respon Cepat Seluruh Jajaran, Tindaklanjuti Hasil Monev Kanwil ATR/BPN Provinsi Sulteng
Kapolsek Pineleng Iptu Marudut Pasaribu ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan benda yang diduga Mortir, “saat ini barang bukti yang diduga Mortir tersebut sudah diamankan ke Mako Brimob.” Ujar Mantan Katim Lipan. (Dwi)





