Walikota Eman Serahkan LKPD Tahun 2019 Kepada BPK RI

Tomohon – Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA menghadiri acara penyerahan LKPD TA 2019 di Kantor BPK Perwakilan Sulut,bertempat di Aula BPK RI Perwakilan Sulut. Kamis (12/03/2020).

Kegiatan ini merupakan unaudited atau pemeriksaan tahap awal. Penyerahan dilaksanakan secara serentak oleh 15 kab/kota yang sepakat menyerahkan lebih awal.

Secara garis besar ekonomi makro merupakan gambaran ekonomi yang mempengaruhi pasar. Ekonomi makro merupakan alat bagi Pemda untuk menentukan dan mengevaluasi arah kebijakan dalam mengalokasikan sumberdaya ekonomi dan target pembangunan daerah.

Asumsi makro ekonomi yg digunakan dalam penyusunan perubahan APBD 2019 mengacu pada indikator sosial ekonomi pemerintah daerah tahun 2019 atau tahun sebelumnya, menurut data BPS Kota Tomohon yakni : a.tingkat kemiskinan sebesar 5,62 % tahun 2019, b.tingkat pengangguran terbuka sebesar 7,75 % tahun 2019, c. Gini Ratio sebesar 0,38 % tahun 2017, d. IPM (Indeks Pembanggunan Manusia) sebesar 76,67 % tahun 2019, e. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sebesar 6,82 % tahun 2019, f.Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku (PDRB ADHB) sebesar 4.291.488,46 (juta Rupiah) tahun 2019

Presentase penduduk miskin tahun 2017 : 6,47 % 2018 : 5,95 % 2019 :5,62 %

Presentase penduduk miskin Kota Tomohon tahun 2018 sebesar 5,59 % mengalami penurunan dimana tahun 2019 presentase penduduk miskin berhasil ditekan hingga menjadi 5,56 %.

Tingkat pengangguran tahun 2017 : 8,94, tahun 2018 : 8,22 dan tahun 2019 : 7,75 turun 0,47 %.

Presentase penduduk miskin di Kota Tomohon masih di bawah provinsi. Yang secara nasional tingkat kemiskinan Provinsi Sulut berada pada posisi terendah ke-14.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Drs.Gerardus E Mogi “penyerahan ini merupakan amanat Undang-undang dimana Pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk menyerahkan laporan keuangan pemerintah daerah paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir ke BPK untuk di Audit. sehingga kita kurang menunggu hasil audit dari BPK dan menunggu hasil berupa opini setelah mereka memeriksa laporan keuangan yang diserahkan hari ini.

” Kita optimis kita dapat meraih opini WTP ke- 7 kali yang berturut turut”.Ujarnya.

Turut hadir dalam acara ini Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, Ketua DPRD Sulut Andrei Angow, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara Bapak Karyadi S.E., M.M., Ak., CA., CFrA., CSFA, Para Bupati/Walikota se Sulut, Para Sekretaris Daerah, Inspektur, Kepala BPKAD. (Oma)

Related posts

Leave a Comment