Wakili Bupati ROR, Mangala Terima KKN Unsrit Angkatan XVII Tahun 2018-2019

Tondano– Bupati Minahasa Ir. Royke O. Roring, M.Si diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Drs. Denny Mangala, M.Si menerima mahasiswa KKN Unsrit Angkatan XVII Tahun 2018 – 2019, bertempat di ruang Sidang Bupati, Kamis (20/6/2019)

Adapun tema induk KKN saat ini adalah Kesehatan dan Pelestarian Ekosistem Danau Tondano, dimana diharapkan mahasiswa dapat menjabarkan pendidikan mereka dengan pengalaman di tengah masyarakat.

Sambutan Rektor UNSRIT Tomohon DR. Joost L. Rumampuk, SE menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Minahasa yang boleh merespon kehadiran Mahasiswa KKN Unsrit di Kabupeten Minahasa yang akan ke 7 Desa di Kecamatan Eris.

 “Mahasiswa perlu bersosialisasi dengan Lingkungan dimana lingkugang berbicara lingkungan manusia dan lingkungan alam,” jelas  Rumampuk, seraya menyampaikan bahwa acara pelepasan di kampus sudah dilaksanakan pagi dan siang ini dalam acara penerimaan oleh 7 pemerintah Kabupaten Minahasa.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Minahasa yang disampaikan Denny Mangala menyampaikan permohonan maaf karena Bapak Bupati dan Wakil Bupati Minahasa serta pak Sekda yang tidak dapat bertemu mahasiswa hari ini karna tugas lainnya.

“Disampaikan bahwa Kabupaten Minahasa sebagai gambaran untuk mahasiswa bahwa Minahasa adalah Kabupaten yang sudah sangat tua dan akan merayakan Hari Jadi ke 591. Saya sangat support dari apa yang sdh disampaikan pak Rektor dimana yang dulu mahasiswa mencari sendiri thema dan kali ini sudah ditentukan oleh Universitas yakni terkait kesehatan dan lingkungan hidup,” ujar Mangala.

Program pemerintah kabupaten Minahasa dalam rangka melindungi warga Minahasa seperti Prog di sektor kesehatan telah melakukan pembangunan dengan merenovasi sarana kesehatan dan diupayakan membangun RS baru untuk menjangkau masyarakat lainnya yang belum terlayani Jamkesda dan jamkesmas dari tiga ribuan sekian masyarakat Minahasa. 7 desa di Eris adik-adik mahasiswa bisa ikut membantu dalam rangka peningkatan kesejahteraan lewat edukasi bagi masyarakat bahwa manusia jangan hanya pintar/cerdas dalam segala bidang dan kaya pengetahuan tapi kalau sakit-sakit menjadi tidak menyenangankan.

“Sosialisasikan masyarakat untuk menjaga kesehatan yang harus diutamakan dan pelestarian lingkungan dengan menjaganya harus diperhatikan termasuk Danau Tondano,” ucapnya.

Lanjut Denny Mangala, M.Si menyampaikan Danau di Indonesia berjumlah 1575 danau dan danau Tondano termasuk kelompok Danau besar. Pontensi danau Tondano dalam pembangunan berbeda dengan danau lain di Indonesia karna pertama danau ini mensuplai listrik PLTA yang dirasakan oleh penduduk Minahasa-Manado dan sekitarnya. Ke 2 Sumber air minum, ke 3 sumber penghasilan, k 4 memberikan suplai terhadap pengembangan pertanian masyarakat yang artinya tidak hanya Minahasa tapi provinsi Sulawesi Utara secara keseluruhan.

“Makanya pemerintah pusat menetapkan Danau Tondano sebagai kawasan strategis Nasional dan karena itu kita semua harus menjaga pelestarian danau Tondano,” ujarnya.

Tahun 1939 Danau Tondano 5600Ha menjadi 3925 ha tahun 2015 serta kedalaman 43m jd 14m. Kalau danau tidak dijaga dan dirawat nantinya Danau Tondano bisa tinggal kenangan. Peranan danau Tondano yang sangat strategis harus kita jaga. Permasalahan adalah enceng gondok/gulma yang sudah 15-20 persen mengelilingi Danau Tondano karena pertumbuhannya yang sangat cepat, sudah diupayakan oleh pemerintah untuk memberantas.

Peneliti mengatakan untuk membasmi harus zat kimia yang menghentikan pertumbuhannya yang artinya tidak ada lagi kehidupan di danau dan itu tidak kita inginkan. Pemda Minahasa sdh menempatkan eskavator di titik-titik tertentu di danau.

Penelitian Dinas Perikanan, pelet/pakan yang tenggelam 30 persen menjadi nutrisi bagi enceng gondok, sementara penelitian dinas lingkungan hidup bahwa salah satu penyebab lajunya pertumbuhan enceng gondok adalah akibat pemakaian pupuk dari masyarakat yang berlebihan juga diserap oleh tanah sampai ke danau dibawah hujan.

“Selama 1 bulan 10 hari mahasiswa KKN. Kontribusikan edukasi kepada masyarakat. Ukuran keberhasilan KKN pada saat akan pulang ke kampus dan masyarakat menyatakan rasa kehilangan hal-hal yang baik yang dilakukan oleh mahasiswa KKN.” tutupnya.

Dihadiri  mewakili Dinas Lingkungan Hidup Kab Minahasa Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Feibie Karisoh, SP. M Si, Kabag Humas dan Protokol SetdaKab Minahasa Drs. Moudy L. Pangerapan, AP. MAP, Rektor Universitas Sariputra Indonesia (UNSRIT) Tomohon DR. Joost L. Rumampuk, SE. Ms, Camat Eris Deidy Tumarar, SE, Ketua Panitia KKN Mecky Pandelaki, SPt. M Si, Sekretaris Panitia KKN Norma Komalig, SP. M.Si, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ns Halenita Saliani, SKep M.Kes, Sandy Motulo, Spd, M.Mat, Nindy Sepang, Spd. M.Pd, Rosali Wuwung, Aks Puasa, S.Sos. MM, serta 48 mahasiswa reguler dari 3 fakultas. (Ronny Rantung ).

Related posts

Leave a Comment