Wagub Steven Kandouw
Sulut – Pasien positif Corona di Sulawesi Utara terus bertambah. Hingga Jumat (15/05/2020) warga yang terkena Covid-19 sudah berjumlah 105 orang dan berada di beberapa Rumah sakit yang ada di Sulut. Langkah pencegahan lewat social distancing dirasa kurang efektif, diakibatkan kurangnya kesadaran dari masyarakat.
Padahal, sesuai anjuran pemerintah bahwa masyarakat diminta untuk tetap di rumah. Namun, kenyataannya tidak. Inilah yang membuat kasus positif Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) terus naik.
Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw tak henti-hentinya menghimbau masyarakat Sulut untuk tetap mengikuti instruksi pemerintah.
Wagub Kandouw meminta masyarakat untuk tetap disiplin agar rantai penyebaran Covid-19 di Sulut bisa terputus. Karena dengan menerapkan kedisiplinan merupakan kunci pemutusan penularan covid-19.
- Akrab dan Penuh Rasa Syukur, Warga RT 04 Desa Lebak Anyar Gelar Syukuran Bersama Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat
- Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga RT 16 Lebak Anyar Gelar Lomba Pukul Plastik Peringati HUT ke-81 RI
- Piala Soeratin U-17 Perebutkan Trofi Gubernur Sulut, PSKT Tomohon Jadi Tuan Rumah
“Mari kembali saya ingatkan tetap disiplin dalam social distancing dan phsycal distancing,” tegas wagub, Jumat (15/5/2020) malam.
Orang nomor dua di Bumi Nyiur Melambai ini prihatin dengan warga yang terkena Covid-19. Terlebih yang positif kebanyakan dialami oleh garda terdepan menangani Corona.
“Kasihan saudara-saudara kita tenaga kesehatan, sampai hari ini berada paling depan dan hampir 30 orang yang terjangkit Covid-19 karena menjalankan panggilan tugas. Jadi tolong kesadarannya,” tutur wagub.
Mengetahui, banyak tenaga kesehatan yang menjadi korban, Wagub Kandouw pun langsung meminta kepala dinas kesehatan Sulut untuk memperhatikan segala kebutuhan pasukan garda terdepan tersebut.
“Dengan semakin banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar saya ingatkan tentang Alat Pelindung Diri mereka, perlakuan terhadap mereka, dalam hal ini makanan, akomodasi bahkan transportasi, hak-hak mereka, insentif yang kita janji, jangan pernah lalai,” terang mantan ketua DPRD Sulut ini.
Di sisi lain, Wagub Kandouw menegaskan di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut tidak pernah berpikir untuk tebar pesona.
Menurut wagub, puluhan miliar anggaran penanganan Covid-19 dari Pemprov Sulut dialokasikan untuk ventilator, rumah singgah, masker, APD, rapid test, insentif tenaga kesehatan.
Itu patut diteladani kabupaten/kota. Sebab, ada daerah refocusing anggaran untuk Covid-19 miliaran rupiah tapi untuk alat-alat kesehatan dan stakeholder kesehatan hanya ratusan juta. (*)







