Sulut – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw membuka Rakor Penanggulangan HIV/ AIDS dan Narkoba di Manado, Kamis (5/12/2019).
Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw menerangkan bahwa pelaksanaan rakor tersebut sebagai bukti komitmen Gubernur Olly Dondokambey dalam mewujudkan Sulut sebagai Provinsi sehat.
“Karena itu semua yang menjadi potensi membuat indeks kesehatan turun maka langsung diberantas. Salah satunya adalah kegiatan rakor penanggulangan HIV/AIDS ini,” kata Kandouw.
Wagub Kandouw yang juga Ketua PMI Sulut menuturkan keseriusan Pemprov Sulut dalam memerangi HIV/AIDS dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.
- Bupati Michael Thungari Resmikan Ruas Jalan Lesabe -Bukide Kecamatan Tabukan Selatan
- Terima Delegasi Uni Eropa di Wisma Negara Bumi Beringin, Gubernur Yulius Paparkan Ekonomi Biru Sulut
- LPM Kota Tomohon Matangkan Pelantikan Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan, Arnold Poli: Kepengurusan Kami Sah dan Legal
“Pemerintah tidak bisa sendiri melakukan penanggulangan HIV AIDS, namun harus melibatkan semua pihak. Termasuk organisasi keagamaan,” ujar Kandouw.
Lebih lanjut, Wagub Kandouw menyebut meskipun jumlah pengguna narkoba di Sulut menurun hal itu harus tetap diwaspadai karena penggunaan narkoba adalah salah satu penyebab HIV/AIDS yang korbannya tersebar di berbagai kalangan
“Banyak penghuni penjara terlibat narkoba. Ini adalah isu yang harus diseriusi pihak BNN. Semua komponen masyarakat harus terlibat dalam penanggalan HIV AIDS dan narkoba. Efek dari penyakit tersebut lebih parah dari pada bencana gempa bumi,” kunci Kandouw.
Rakor Penanggulangan HIV/ AIDS dan Narkoba turut dihadiri Karo Kesra Setdaprov Sulut dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos, MARS, perwakilan BNN Sulut dr. Reinne G. Wowiling, MARS, Kabid P2P Dinkes Sulut dr. Steaven Dandel, MPH dan dokter ahli penyakit tropic dr. Agung Nugroho, SPPD. (*/JM)






