Manado,-Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven Kandouw, memberi arahan dan motivasi ratusan perangkat desa yang hadir dalam bimbingan teknis peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan keuangan desa Provinsi Sulawesi Utara tahun 2024 yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulut di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Kamis (1/8/2024).
Dia mengatakan bimtek bagi aparatur desa penting di tengah dinamika masyarakat yang selalu berkembang dan berubah.
“Maka dari itu seluruh pemimpin di tingkat desa harus diberi pencerahan, diberi pengetahuan dan ilmu yang baru,” ujarnya.
Wagub Kandouw memberi pemahaman bahwa pemimpin adalah teladan. Termasuk di dalamnya Kepala Desa. Kandouw pun tak ragu menyebut mereka sebagai pemimpin desa adalah tulang punggung Republik Indonesia.
- Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Dan Wabah Penyakit Menular : Instrumen Hukum Penting Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Darurat Kesehatan
- Sekwan Niklas Silangen Dampingi Ketua Dewan Terima Kunjungan Badan Kehormatan Dan Pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe
- Ketua Dewan Andi Silangen Terima Kunjungan Badan Pusat Statistik Sulut : Koordinasi Terkait Penurunan Indeks Demokrasi Indonesia
“Anda semua adalah pemimpin di tingkat desa,” ucapnya.
Layaknya keping mata uang, dia mengatakan Kepala Desa, baik Hukum Tua dan Sangadi di satu sisi dihormati, namun di sisi lain ada tanggungjawab yang besar.
Selain mengelola dana desa, mereka punya tugas untuk memotivasi warganya untuk giat bekerja, juga memunculkan masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan.
“Ada juga tugas anda yang sangat penting, anda punya tanggung jawab yang besar dalam literasi pendidikan anak-anak kita,” tegasnya.
Wagub Kandouw mengungkapkan Sulawesi Utara tidak sampai 1 persen total masyarakat Indonesia. “Bagaimana caranya torang bersaing selain tingkatkan SDM,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga aset dalam hal ini kepemilikan tanah serta memanfaatkannya sebagai lahan pertanian / perkebunan.
Dan yang tak kalah penting yang harus bagaimana Perangkat Desa juga konsen terhadap pencegahan stunting. (Redaksi)





