Bitung, Redaksisulut – Aliansi Barisan Bitung Melawan (BBM) gelar aksi menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari tugu adipura, depan Kantor Wali Kota Bitung sampai Kantor DPRD Kota Bitung. Jumat, (9/9/2022).
Adapun tuntutan yang disampaikan yakni :
1. Tolak kenaikan harga BBM bersubsidi.
2. Mendesak DRPD Kota Bitung untuk berantas mafia BBM di Kota Bitung.
- Wabub Tendris Bulahari Hadiri Perayaan HUT Ke – 168 Jemaat Gmist Sion Sawang Jauh Kecamatan Tabukan Utara
- TPID Sulut Gelar Gerakan Pangan Murah di Kotamobagu, Harga Cabe Rawit di Jual Rp.57 Ribu Per Kilogram
- Pemerintahan AARS Lagi-lagi Tuai Prestasi Nasional, Manado Juara II Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah
3. Mendesak KPK memeriksa BPH Migas.
4. Hentikan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).
5. Menurunkan pajak bahan kendaraan bermotor.
6. Menuntut pemerintah untuk fokus pemulihan ekonomi.
Dalam orasi salah satu orator Aliansi BBM menyampaikan isu kenaikan harga BBM bersubsidi memang telah sepekan belakangan ini didengungkan ditelinga masyarakat dan hal ini dikuatkan dengan akan diberikannya bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), bagi warga miskin yang terkena dampak inflasi dari kenaikan harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) selama +4 bulan.
Aliansi BBM menilai, bahwa kebijakan pemerintah saat ini sangat tidak menguntungkan masyarakat kecil karena ditengah ekonomi yang baru bangkit pasca pandemi yang seharusnya pemerintah memberi waktu lebih kepada masyarakat untuk menstabilkan ekonomi keluarga justru dengan kebijkan ini kemudian mencekik leher mayarakat yang baru ingin saja bernafas lega dari terkaman Covid-19 selama + 2 tahun.
Saat sampai di Kantor DPRD Bitung, Aliansi BBM ini diterima Ketua Komisi III DPRD Kota Bitung, Ramlan Ifran. (Wesly)







