Bitung, Redaksisulut – Aliansi Barisan Bitung Melawan (BBM) gelar aksi menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari tugu adipura, depan Kantor Wali Kota Bitung sampai Kantor DPRD Kota Bitung. Jumat, (9/9/2022).
Adapun tuntutan yang disampaikan yakni :
1. Tolak kenaikan harga BBM bersubsidi.
2. Mendesak DRPD Kota Bitung untuk berantas mafia BBM di Kota Bitung.
- DPRD Morut Gelar Rapat Paripurna, Penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD TA 2025
- Diduga Pengedar Sabu, Warga Manembo-nembo Atas Ditangkap Sat Res Narkoba Polres Bitung
- Terima Kedatangan BPS Bitung Untuk Sensus Ekonomi di Keluarga Maringka Gumolung, Wawali Himbau Masyarakat Buka Pintu Rumah
3. Mendesak KPK memeriksa BPH Migas.
4. Hentikan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).
5. Menurunkan pajak bahan kendaraan bermotor.
6. Menuntut pemerintah untuk fokus pemulihan ekonomi.
Dalam orasi salah satu orator Aliansi BBM menyampaikan isu kenaikan harga BBM bersubsidi memang telah sepekan belakangan ini didengungkan ditelinga masyarakat dan hal ini dikuatkan dengan akan diberikannya bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), bagi warga miskin yang terkena dampak inflasi dari kenaikan harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) selama +4 bulan.
Aliansi BBM menilai, bahwa kebijakan pemerintah saat ini sangat tidak menguntungkan masyarakat kecil karena ditengah ekonomi yang baru bangkit pasca pandemi yang seharusnya pemerintah memberi waktu lebih kepada masyarakat untuk menstabilkan ekonomi keluarga justru dengan kebijkan ini kemudian mencekik leher mayarakat yang baru ingin saja bernafas lega dari terkaman Covid-19 selama + 2 tahun.
Saat sampai di Kantor DPRD Bitung, Aliansi BBM ini diterima Ketua Komisi III DPRD Kota Bitung, Ramlan Ifran. (Wesly)








