Minut-Pada Bulan Ramadhan tepatnya malam ke 27, Desa Kema 3 Kecamatan Kema, Minahasa Utara menggelar tradisi yang disebut ‘Malam Hela-hela’.
Hal ini telah dilakukan warga secara turun temurun dan mulai digalakkan kembali sejaktahun 2000an.
Seperti namanya ‘Hela-hela’, maka masyarakat muslim setelah waktu berbuka puasa akan berlomba untuk menarik gantungan makanan yang sudah tersedia.
Acara yang berlangsung di kompleks Mesjid Riyadhus Shalihin tersebut di awali dengan Pembacaan Al Qur’an atau yang disebut Kalam Ilahi. Senin, (17/04/2023).
Selanjutnya Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dalam sambutannya yang dibacakan Camat Kema Daniel Komenaung mengatakan, Atas nama Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas inisiasi dan prakarsa kegiatan ini.
“Kegiatan ini adalah sebagai bentuk pelestarian dan menjaga budaya serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dalam ibadah puasa bulan ramadhan tahun 2023 ini”, kata Daniel membacakan sambutan Bupati Minut.
Ia juga menyampaikan selaku pemerintah daerah perlu mengingatkan kepada mesjid, umat dan masyarakat untuk tetap menjaga solidaritas, persatuan dan kesatuan antar masyarakat ditengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Hindari budaya konsumtif namun kreatif dan inovasi dalam sektor produksi untuk menstabilkan angka inflasi daerah akibat gejolak politik global”, ujarnya.
Terpisah, Ketua Badan Tamirul Mesjid Riyadhus Shalihin Desa kema 3 Kamran Besse menjelaskan, malam hela-hela ini merupakan suatu tradisi masyarakat muslim di Desa Kema 3.
“Dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadhan, kami menggelar tradisi turun temurun yaitu malam hela-hela atau malam ke 27, kita melakukan pemasangan lampu yang identik dengan malam Lailatul Qadar”, jelas Kamran Basse.
Ditambahkannya, tradisi ini harus dilestarikan karena ini merupakan peninggalan dari pendahulu yang ada didesa Kema 3.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Minahasa Utara Denny Lolong, Ketua Askab PSSI Minut Joutje Dengah, Ketua LPHBI Minut H. Sarhan antili, Kapolsek, Camat Kema Daniel Komenaung, Penjabat Hukumtua Desa Kema 3 Ratna Sultrauni, Kabag Pemerintahan, Doktor Daud Jubeidi, Komda alkhiraat Minut H. Ismet Djailani, Imam masjid, Kasubag TU Kementerian Agama Minut Noval Besse, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis majelis taklim, remaja masjid Riyandus Sholihin, Serta semua masyarakat. (T3)









